Berita Kabupaten Flores Timur
Tiga Atraksi Ini Sudah Bisa Anda Nikmati di Flores Timur Setiap Tahun, Simak!
Sadok Nonga, tinju tradisional salah satu warisan masyarakat agraris Lewotala Desa Bantala Flores Timur-NTT.
Penulis: Felix Janggu | Editor: Rosalina Woso
Atraksi lain yakni ketangkasan memanah yang dikenal dengan istilah Leon Tenada. Atraksi ini akan sangat menarik untuk dipertandingkan dan melibatkan banyak orang.
Atraksi ini cukup menyita perhatian selain Sadok Nonga. Meski waktunya singkat sekali, ia memberi hiburan kepada ribuan penonton di hari pembukaan.
Bupati Flotim Anton Hadjon menyampaikan iktiarnya agar festival Nubun Tawa digelar setiap tahun pada titik yang telah diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Flores Timur.
Baca: Fahri Hamzah Perang Ciutan Dengan Mahfud MD Soal Hoax Ratna, Istana Hingga EKTP
Baca: Tetangga Ungkap Karakter Ratna Sarumpaet Pasca Ditetapkan Sebagai Tersangka, Faktanya Bikin Syok
Titik gelaran Nubun Tawa dari Kota Larantuka dengan roda dua bisa dijangkau hanya dalam waktu lima menit.
Jika Anda datang dari arah barat menuju Kota Larantuka, setelah keluar dari tempat wisata air panas Oka, tiba pada jembatan pertama belok kiri ke utara.

Sekitar dua tiga menit dari pertigaan, Anda sudah memasuki Kampung Bantala. Atraksi tinju Sadok Nonga dan Leon Tenada akan digelar setiap tahun.
Tidak usah khawatir dengan akodomodasi. Masyarakat setempat telah menyediakan rumah kediaman mereka bagi siapa pun tamu yang hendak menyaksikan atraksi ini.
Baca: Pasar Pagi Terbatas di TPI, Pemkab Sikka Langgar Aturan
Baca: Kades Maliti Bond Ate, SBD Minta Pemda Bantu Air bersih, WC Dan Penerangan Listrik
Baca: Elemen Masyarakat di TTS Diminta Dukung PSU
Masyarakat juga menyediakan kuliner lokal seadanya dan tidak akan membuat kelaparan selama mengikuti festival ini.
Dua tempat lain di Adonara dan Solor akan diadakan festival serupa dan menjadi festival agenda rutin tahunan di Flores Timur.
Menikmati Sunset Kawaliwu
Panitia Festival Nubun Tawa juga mengarahkan mata masyarakat Flores Timur pada kekayaan panorama pantai Kawaliwu di Pantura Flores Timur.
Hari kedua festival pada Sabtu malam, ribuan masyarakat dari Riangkotek berpawai menuju Kawaliwu untuk menyaksikan bersama indahnya sunset di permukaan laut.
Dua pucuk pimpinan di Flotim juga setia bersama masyarakat menikmati matahari pelan-pelan menghilang di balik samudra.
Karena masyarakat asik menikmati sunset di pantai, atraksi pembuatan garam tradisional tenggelam di antara ribuan masyarakat yang datang.
Baca: Kontingen NTT Bawa Tarian Kreasi Ofalangga, Gemufamire Dan Tebe Kancing di Jambore Pemuda Indonesia
Baca: Miniatur Alat Musik Sasando NTT Laris Manis Di Jambore Pemuda Indonesia di Bangka Selatan
Di Pantai Kawaliwu selain sunset, bisa juga menyaksikan masyarakat yang mewarisi pembuatan garam secara tradisional.