Berita Tsunami Palu

8 Kisah Ajaib yang Membangkitkan Harapan di Tengah Duka Akibat Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah

Gempa Palu dan Donggala telah menewaskan dan melukai ratusan orang. Ribuan orang mengungsi karena rumah mereka telah hancur rata tanah.

8 Kisah Ajaib yang Membangkitkan Harapan di Tengah Duka Akibat Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah
KOMPAS.com/ROSYID A AZHAR
Lumpur yang keluar dari perut bumi pasca-gempa bermagnitudo 7,4 menenggelamkan rumah-rumah di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

POS-KUPANG.COM - Gempa berkekuatan hingga 7,4 SR melanda Sulawesi Tengah, yang diikuti Tsunami, Jumat (28/9/2018), telah meninggalkan duka dan luka yang mendalam bagi para korban dan keluarga.

Gempa ini telah menewaskan dan melukai ratusan orang. Ribuan orang mengungsi karena rumah mereka telah hancur rata tanah.

Fasilitas-fasilitas umum pun hancur hingga mereka sulit melakukan komunikasi dan bergerak.

Sulit melukiskan betapa sadisnya gempa itu mengguncang, seakan dunia hendak kiamat.

Namun, di antara sekian kisah tragis, ada beberapa kisah ajaib yang membangkitkan harapan dan meyakinkan kita bahwa ada tangan tak kelihatan yang telah menolong.

1. Arif Selamat dari reruntuhan Hotel Roa Roa Palu

Arif tak menyangka, sore itu, Jumat (28/9/2018), Hotel Roa Roa tempatnya menginap di kawasan Maesa, Kelurahan Lolu Timur, Palu, akan luluh lantak rata dengan tanah setelah rangkaian gempa hingga bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, dan sekitarnya.

Arif yang datang ke Palu untuk mengikuti lomba renang bersama anaknya itu menuturkan, saat itu, sekitar pukul 17.30 Wita, dia kembali dari technical meeting lomba ke hotel. Baca juga: Kisah Fitri Bertahan Hidup 3 Hari di Bawah Reruntuhan Hotel Roa Roa

Saat itu, sejumlah gempa sudah terjadi dan dia ingin menjemput anaknya yang tengah berada di kamar 215 di hotel itu.

Arif
Arif (Dok KompasTV)

"Saya naik sekitar pukul 6 kurang 15. Begitu saya naik ke atas, baru saya masuk ke kamar, gempa mulai lagi. Saya langsung tarik anak saya lari ke tangga darurat. Tangga darurat ternyata sudah runtuh. Saya lari ke lift, hotelnya langsung runtuh," tuturnya kepada KompasTV, Senin (1/10/2018).

Halaman
1234
Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved