Berita Provinsi NTT
Gubernur Sulsel Restui Jubirnya Jadi Caleg PDIP Dapil NTT 2
Gubernur terpilih Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof. Dr. Nurdin Abdullah, M.Agr memberi restu ke Juru Bicaranya Yohanis Fransiskus Lema
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gubernur terpilih Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof. Dr. Nurdin Abdullah, M.Agr memberi restu ke Juru Bicaranya Yohanis Fransiskus Lema untuk maju menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari PDI Perjuangan.
Yohanis Fransiskus Lema maju di Daerah Pemilihan (Dapil) NTT 2 yang meliputi 12 Kabupaten/Kota yang tersebar di Pulau Timor, Pulau Sumba, Pulau Rote dan Pulau Sabu.
Di mata Bupati Bantaeng dua periode tersebut, Yohanis Fransiskus Lema yang akrab disapa Ansy Lema merupakan sosok anak muda cerdas, idealis, enerjik dan memiliki spirit melakukan perubahan untuk daerahnya ke arah lebih baik.
Baca: Datang Kendarai Sepeda Motor, WNA Sebut Jokowi Seperti Tom Cruise
Ansy salah satu tokoh muda kawasan Timur Indonesia yang perlu didukung untuk berkiprah membawa kemajuan bagi daerahnya. Bahkan, saat mengetahui Jubirnya ingin maju menjadi Wakil Rakyat, Nurdin Abdullah mengaku senang dan memberi dukungan penuh.
"Tentu saya senang, dia (Ansy) mau maju jadi caleg, apalagi ia mewakili generasi muda, lahir dari dunia kampus dan berlatar belakang aktivis. Ansy sosok anak muda berintegritas dan memiliki kapasitas intelektual. Ini modal penting melakukan perubahan demi kemajuan daerahnya," ujar Guru Besar Fakutas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) ini.
Nurdin menambahkan, hal yang patut diapresiasi karena Ansy mau pulang kampung setelah sekian lama berkiprah di level nasional. Dan tentu, sangat jarang ada anak muda mau melakukan hal demikian.
Doktor jebolan Kyusu University, Jepang ini mendukung Ansy maju karena menurutnya kursi Parlemen harus semakin banyak diisi generasi muda cerdas dan idealis.
Ia bersyukur bisa mengenal dan bekerja sama dengan anak-anak muda cerdas, kreatif dan ulet seperti Ansy dan teman-temannya yang tergabung dalam Patra Government Relations (PGR), sebuah lembaga Kajian dan Konsultasi Politik yang mendampinginya sepanjang pra, saat dan pasca Pilgub Sulsel.
Nurdin mengaku hingga kini Ansy dan timnya masih aktif membantu dirinya dan Wakil Gubernur (Wagub) terpilih Andi Sudirman Sulaiman menyiapkan konsep kerja bagi Tim Transisi agar proses transisi berjalan baik di Sulawesi Selatan.
" Kehadiran Ansy dan Tim PGR memberi arti dalam proses mengantar saya menuju kursi Gubernur Sulsel. Mereka partner diskusi yang baik, juga mitra kerja yang bisa diandalkan. Ketajaman analisis, kejelian memetakan persoalan dan kearifan menghadirkan solusi sangat menonjol dalam diri Ansy," ujar Peraih penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award tahun 2017 ini.
Sekjen Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) ini juga menceritakan awal mula Ansy mendampinginya dalam proses Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel.
Sejak Mei tahun 2017 Ansy dan timnya sudah berada di Sulsel mendampingi "The Professor", julukan Sang Gubernur terpilih guna menyiapkan diri dan berproses menuju kontestasi elektoral Pilgub Provinsi Anging Mamiri itu.
Nurdin mengaku keterlibatan Ansy dan tim ikut mengarahkan jalannya sejarah politik Sulawesi Selatan. Mereka anak muda dan teman yang setia mendampingi, berjalan bersama dan bersinergi dalam kerja, bahkan sejak jauh hari sebelum `Kemenangan Rakyat Sulsel' pada 27 Juni 2018.
Sebelum mendampingi Nurdin Abdullah, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional (Unas) Jakarta ini pernah menjadi Juru Bicara Tim Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat Pilgub DKI 2017 lalu.