Berita Provinsi NTT
Gubernur Sulsel Restui Jubirnya Jadi Caleg PDIP Dapil NTT 2
Gubernur terpilih Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof. Dr. Nurdin Abdullah, M.Agr memberi restu ke Juru Bicaranya Yohanis Fransiskus Lema
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
Dan sebelum akhirnya menjadi Politisi, Ansy dikenal sebagai Mantan Presenter Talk-Show Politik TVRI nasional dan Pengamat Politik nasional yang kerap diundang berbagai stasiun televisi nasional untuk membedah dan menganalisa berbagai dinamika politik nasional.
Kepada alumnus Program Pascasarjana FISIP Universitas Indonesia (UI) ini, Nurdin berpesan, Kekuasaan adalah alat untuk mengabdi. Menjadi pejabat atau Wakil Rakyat adalah untuk melayani rakyat, bukan malah minta dilayani oleh rakyat.
" Ini saatnya Ansy mengabdi untuk kemajuan NTT lewat Parlemen," ujarnya.
Sementara itu, mengetahui sang Gubernur mendukung penuh langkah politiknya menuju Senayan, Ansy yang dihubungi secara terpisah mengaku senang dan berterima kasih serta memberi apresiasi yang tinggi atas dukungan tersebut.
Bagi Ansy, Nurdin Abdullah adalah satu dari sedikit pemimpin berkarakter negarawan yang menjadi inspirasi bagi dirinya, dan karenanya sangat layak untuk diteladani. Ansy menerangkan, selain dari Jokowi dan Ahok, ia bersyukur bisa belajar langsung dari sosok sederhana dan pekerja keras ini.
Lebih dari setahun mendampingi Nurdin keliling Sulsel untuk bertemu dan mendengar aspirasi rakyat, banyak pelajaran politik yang Ansy petik. Bagi Ansy, Nurdin tidak sekedar `the Man of Idea', tapi ia sejatinya adalah juga `the Man of Action and Solution'.
Nurdin Abdullah adalah akademisi cerdas yang lahir dari kampus, sekaligus teknokrat yang handal dalam kerja konkrit. Ia cerdas-menonjol dalam visi-gagasan, juga cermat dalam aksi-tindakan.
" Hasil kerjanya nyata. Bukan hanya infrastruktur Bantaeng yang dibangun, ia juga membangun manusia, mind-set dan mentalitas masyarakatnya mengalami perubahan. Nurdin memimpin dengan keteladanan. Prestasinya membangun Bantaeng lah yang mengantarnya dipercaya rakyat memimpin Sulsel lima tahun ke depan," tutup Ansy. (*)