Berit Gempa Lombok

Penyebab Gempa Lombok, Ada Endapan Gunung Api yang Sudah Lapuk dan Berpusat di Darat

Penyebab Gempa Lombok, Ada Endapan Gunung Api yang Sudah Lapuk.Gempa yang melanda daerah Lombok Utara.

Penyebab Gempa Lombok, Ada Endapan Gunung Api yang Sudah Lapuk dan Berpusat di Darat
(ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)
Warga berjalan di depan rumah yang roboh akibat gempa di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7/2018). Data sementara BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat, gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter (SR) mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 10 orang luka berat, 10 orang luka ringan, dan puluhan rumah rusak di Kabupaten Lombok Timur. 

POS-KUPANG.COM - Penyebab Gempa Lombok, Ada Endapan Gunung Api yang Sudah Lapuk. Berpusat di Darat.

 Gempa yang melanda daerah Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebabkan kerusakan parah.

Sebanyak 82 orang dilaporkan meninggal dunia.

Gempa yang terjadi pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.48 lebih 35 detik itu kekuatan magnitudo 7 Skala Richter.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan waspada tsunami untuk wilayah pesisir Pulau Lombok dan beberapa daerah.

Baca: Kadis Kesehatan Provinsi NTT Kagum Lihat Potensi Wisata Malaka

Baca: Bergabung ke Nasdem! Partai Gerindra Proses PAW Viktor Lerik. Ini Prosesnya

Baca: Tolak Pembangunan Rest Area Taman Nasional Komodo, Artis-artis ini Sampaikan Dukungan

Peta lokasi gempa lombok
Peta lokasi gempa lombok (bgl.esdm.go.id)

Tiga tsunami terpantau namun ketinggian air tidak membahayakan. BMKG mencabut status waspada tsunami.

Badan Geologi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengungkapkan pusat gempa bumi berada di darat.

Sebagian besar daerah tersebut tersusun oleh endapan gunung api berumur Tersier hingga Kuarter, sedimen dan metamorf Tersier sampai Pra Tersier.

Sebagian besar endapan tersebut telah tersesarkan dan terlapukkan.

Pada endapan yang terlapukkan diperkirakan goncangan gempa bumi akan lebih kuat karena batuan ini bersifat urai, lepas, belum kompak dan memperkuat efek getaran, sehingga rentan terhadap goncangan gempa bumi.

Baca: Tarian Tobelo dan Tebe Warnai Pembukaan Jambore Daerah IV Tagana NTT di Sumba Timur

Baca: Sebagian Defisit BPJS Kesehatan Ditutup dari APBN. Begini Penjelasan Menkeu

Baca: Jalan Menuju Pantai Motadikin Belum Diaspal

Halaman
1234
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved