Ali Mochtar Ngabalin Ungkap Sosok yang Ajak Masuk Istana dan Apa Kepentingannya
Kita support Jokowi dan Jusuf Kalla, saya yang pertama kali ucapkan selamat karena saat itu saya Direktur Politik Koalisi Merah Putih
"Pak Ngabalin, masih segar diingatan kita, bahwa tahun 2014 lalu, bapak orang yang berseberangan dengan Presiden Jokowi, kenapa itu pak?"

Baca: Kementerian PUPR RI Bangun 144 Rumah Layak Huni di Desa Compang Ndejing
Baca: Mulanya Duduk Santai, Lalu Rancang Menyulap Pante Weri Jadi Tempat Wisata
Ali Ngablin tampak santai dan tenang, lantas menjelaskan situasi politik pada saat itu.
"Ya pada musim kampanye, tapi begtu mahkamah konsititusi mengumumkan keputusannya final dan ending, maka kita harus menyatukan kekuasaaan, kekuatan kita kemudian memberikan support kepada Jokowi dan Jusuf Kalla, saya yang mengucapkan selamat pertama kali kepada beliau, karena pada saat itu saya jadi Direktur Politik koalisi merah putih," ucap Ali Ngabalin.
Selanjutnya, Ali Ngabalin menceritakan awal pertemuannya dengan orang istana.
"Saya saat itu, ditelefon teman saya yang mengajak saya bertemu pak Pratikno (menteri Sekretaris Kabinet), saya kenal Pak Pratikno pada saat masih di DPR," ujar Ali Ngabalin.
Di pertemuan itu, orang istana menyampaikan bahwa Presiden Jokowi meminta Ali Ngabalin untuk masuk menjadi bagian dari orang istana.
Baca: Berkas Tiga Tersangka Kasus Adelina Sau Dinyatakan Lengkap
Baca: Hebat ! SMPN 1 Lamaknen-Belu Lestarikan Musik Suling Bambu
"Saat itu, saya langsung mengiyakan, bapak percaya sama saya, jadi saya akan bantu dan dukung sampai akhir hayat, itu sudah setahun yang lalu," ujar Ngabalin.
Ali Ngabalin lantas menceritakan bahwa 1 tahun itu untuk mengkondisikan komunitas Mubaligh seluruh Indonesia, "saya jadi ketua umumnya," ujarnya.
Baca: THR Bisa Dibayar Tapi Gaji 13 dan 14 Tunggu Dulu
Diketahui, Politisi Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin dipercaya menjadi tenaga ahli utama di Kantor Staf Presiden (KSP), Rabu (23/5/2018).
Ngabalin bakal berada di bawah Deputi IV KSP yang membidangi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi.
Disana, Ngabalin akan bertugas menjadi juru bicara pemerintah.
Dirinya melaksanakan tugas bersama-sama dengan Johan Budi, Prof. Ahmad Erani, dan Adita Irawati.
Ngabalin mengaku mendapat tugas mengklarifikasi banyak hal yang mungkin tidak benar dan berkembang soal pencapaian kerja pemerintah di masyarakat.
Baca: Pagi Ini PJS Bupati Nagekeo Tanam Bakau Di Pantai Kota Djogo Desa Anakoli
Baca: Polres Mabar Siapkan Seratus Personel Amankan Jalur Mudik
"Mengklarifkasi penjelasan yang sebenarnya tentang pencapaian oleh pemerintah," ucap mantan anggota DPR RI dari Partai Bulan Bintang 2004-2009 itu.
Selain itu, dirinya juga mempunyai kewajiban untuk meluruskan tentang fitnah yang ditujukan kepada Presiden dan pemerintah.