Hebat ! SMPN 1 Lamaknen-Belu Lestarikan Musik Suling Bambu

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Lamaknen, Kabupaten Belu terus menjaga dan melestarikan alat musik tradisional suling bambu

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Anggota Sanggar Seni Musik Tradisional Suling Bambu Dasarai SMPN 1 Lamaknen, Kabupaten Belu. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM|ATAMBUA--Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Lamaknen, Kabupaten Belu terus menjaga dan melestarikan alat musik tradisional suling bambu.

Dalam melestarikan musik suling bambu ini, pihak sekolah membuat sanggar seni yang dinamakan Sanggar Seni Musik Tradisional Suling Bambu Dasarai SMPN 1 Lamaknen.

Ketua Sanggar, Viktor Fasi, S.Pd melalui Wakil Ketua Sanggar, Drs. Mikhael Kopong Masan mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com di Atambua, Jumat (8/6/2018).

Menurut Mikhael, sanggar seni musik tradisional suling bambu didirikan tahun 2012 yang beranggotakan 108 orang. Sanggar ini diresmikan oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, Mei 2018.

Pendirian sanggar ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan musik tradisional suling bambu, memperkenalkan musik suling bambu kepada siswa-siswi dan menumbuhkan minat siswa-siswi dalam menjaga dan memainkan musik tradisional suling bambu.

Menurut Mikhael, pembina sanggar ini adalah Fidelis Mali Bere, S.E. Pembina sanggar secara rutin memberikan latihan kepada siswa-siswi SMPN 1 Lamaknen. Ketika anggota sanggar ada yang sudah tamat, maka pembina melakukan penjaringan kembali bagi siswa-siswi kelas satu yang baru masuk, sehingga anggota sanggar tetap eksis.

Sanggar seni musik bambu ini sudah sering tampil di beberapa kegiatan besar seperti kegiatan Festival Fulan Fehan tahun 2017 lalu. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved