Ini Ungkapan Hati Seorang Guru Untuk Mantan Siswanya di SMAN Bajawa
Kalau mau jujur, tidak semua murid bisa menyiapkan wakut khusus untuk mengunjungi mantan gurunya
Penulis: Romualdus Pius | Editor: Marsel Ali

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius
POS-KUPANG.COM | ENDE - Yohanes Lali salah seorang guru di SMAN Bajawa merasa terharu dikunjungi oleh para mantan siswanya SMAN Bajawa angkatan 1993, Sabtu (25/11/2017).
Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut hari guru pada 25 November 2017.
Saat menerima kedatangan para mantan siswanya, Yohanes Lali mengatakan, dia merasa terharu karena para siswa masih ingat akan dirinya.
Kunjungan tersebut adalah hal yang luar biasa bagi dirinya yang sekarang sudah memasuki usai senja.
Dia berharap agar apa yang dilakukan oleh para mantan siswanya tersebut dapat terus berlanjut di masa mendatang karena silahturahim tentu tidak bisa diukur dengan uang atau harta benda lainnya namun nilai kemanusiaan dan persaudaraan yang harus dikedapankan.
Yohanes Lali mengatakan, dirinya merasa bangga bahwa para siswanya saat ini telah menjadi "orang" sesuai dengan bidang profesinya masing-masing.
Melihat hal tersebut dia menyampaikan agar tetap menekuni bidang pekerjaan yang telah ada sehingga apa bisa berguna bagi diri sendiri dan juga orang lain.
Untuk diketahui pada peringatan hari guru 25 November 2017, segenap alumni SMAN Bajawa angkatan 93 melaksanakan kegiatan anjangsana ke rumah mantan gurunya.
Menurut koordinator angkatan 93 SMAN Bajawa Frengky Pety, Anjangsana ini dilaksanakan dalam rangka bersilaturahmi sekaligus mengucapkan terima kasih sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada guru atas jasa mereka.
Guru yang dikunjungi sebanyak 3 orang yaitu Pak Djito Samsudin, Ibu Lusia Seso, dan Pak Yan Lali.
Dalam kegiatan ini para alumni juga memberkan sedikit donasi kepada 4 guru mereka. Donasi ini dikumpulkan oleh anggota alumni.
Sampai saat ini anggota alumni yang terdata sebanyak 65 orang yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan ada yang di luar negeri, dengan berbagai profesi yang berbeda-beda.
Frengky mengatakan, atas nama teman-teman angkatan 93 dia menyampaikan terima kasih kepada para mantan guru baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal dunia karena atas jasa para guru saat ini para siswanya telah berhasil menekuni bidang pekerjaan yang layak.
Frengky mengatakan, pada saat melakukan silahturahim ke para guru memang hanya berapa mantan siswa yang ikut namun demikian para mantan siswa yang tidak sempat ikut dengan alasan jarak dan juga pekerjaan tetap memberikan apresiasi kepada mantan guru yang sempat dikunjungi.