Harapan kepada Walikota Baru, Begini Catatan Kritis Anggota DPR RI Benny K Harman
Dalam politik berlaku adagium: janji adalah hutang karena seorang pemimpin dipilih karena janji-janjinya itu.
Oleh: Benny K. Harman
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan NTT
POS KUPANG.COM -- Hari Selasa 22 Agustus 2017 adalah hari bersejarah bagi warga Kota Kupang. Seorang walikota baru Jefri Riwu Kore dilantik. Ia resmi menjadi pemimpin baru warga Kota Kupang.
Tentu ia diharapkan membawa harapan baru dengan segera mewujudkan janji-janji selama kampanye. Dalam politik berlaku adagium: janji adalah hutang karena seorang pemimpin dipilih karena janji-janjinya itu.
Warga Kota Kupang beruntung punya Walikota Jefri. Selama di DPR dua periode, Jefri dikenal sebagai sosok politisi pekerja keras, ulet, dan fokus pada tupoksinya dengan sedikit bicara. Untuk rakyat yang diwakilinya.
Asal untuk rakyat, di DPR dia ngotot berjuang. Sayang, sebagai rekan sefraksi di DPR RI saya tidak dapat menghadiri acara pelantikan ini karena masih ada tugas negara yang lain. Dari negeri jauh saya ucapkan proficiat buat Jefri!
Keuletan Jefri tampak dari perjuangannya untuk meyakinkan warga Kupang yang tergolong luar biasa. Jefri sudah tiga kali malang melintang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Kupang sebelum memetik kemenangan pada 2017. Dia pernah dua kali menderita kekalahan menghadapi Daniel Adoe dan Jonas Salean. Tetapi kali ini dia sukses mengalahkan Jonas Salean.
Terpilihnya Jefri yang berpasangan dengan Hermanus Man -sebelumnya menjabat Wakil Walikota Kupang -dapat diartikan ada harapan baru yang diinginkan warga Kota Kupang kepada mereka.
Hari Selasa 22 Agustus 2017 mereka dilantik dan resmi menjalani debut sebagai walikota dan wakil walikota untuk periode 2017-2022.
Pantang menyerah
Ada kesan yang menarik dari kesuksesan Jefri. Apa yang telah ditunjukkan Jefri memang mengesankan bahwa dia adalah seorang yang pantang menyerah.
Meski dua kali mengalami kegagalan, hal itu tidak membuatnya mengibarkan bendera putih tanda menyerah, hingga akhirnya menyabet sebagai walikota terpilih.
Bapak dua anak dengan istri Hilda Manafe itu bukan saja dua periode mendapat kepercayaan rakyat sebagai anggota DPR-RI (2009-2014 dan 2014-2019), tetapi juga dipercaya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk periode 2016-2021.
Kini, Jefri lebih memilih untuk mengabdi pada warga Kota Kupang setelah menuai kembali kepercayaan dari warganya untuk posisi walikota.
Selain dicalonkan oleh Partai Demokrat, Jefri juga mendapat dukungan dari Partai Gerindra dan PAN. Dengan memilih jadi walikota, dia pun harus melepas jabatannya sebagai anggota DPR-RI untuk kembali ke tanah kelahirannya.
Tentu banyak yang berharap, sikap pantang menyerah itu bisa ditularkannya dalam membangun dan memajukan Kota Kupang sebagai salah satu kota terbaik, yang juga sebagai ibukota Provinsi NTT. Mereka yang memerintah tidak boleh menyerah terhadap apa yang lemah, tidak berjalan, atau tidak maju-maju. Pantang menyerah terhadap berbagai tantangan yang ada.
Sebagai walikota baru, Jefri bisa menghadirkan semangat baru dan kebijakan atau program yang inovatif. Sementara wakilnya, Herman Man yang berpengalaman bisa menjelaskan titik-titik yang perlu diprioritaskan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/benny-k-harman3_20170824_221235.jpg)