El Tari Memorial Cup 2017
Aib Laga Final El Tari Memorial Cup
Momen panjang, momen penuh perjuangan, momen penuh persaingan dan tentu saja momen penuh kejutan telah
Pertama, jumlah penonton yang melebihi kapasitas Stadion Marilonga. Kapasitas penonton untuk Stadion Marilonga disinyalir hanya dapat menampung sekitar 10.000 orang namun pada saat pertandingan final Rabu malam itu penonton yang hadir melebihi jumlah itu. Saling berdesak-desakan dan bersenggolan merupakan hal-hal wajar terjadi.
Kedua, pengawasan dan pengendalian aparat keamanan yang lemah. Jika kita melihat kapasitas kehadiran penonton yang melebihi kapasitas stadion terjadi, maka alasannya adalah karena lemahnya pengawasan aparat keamanan.
Tentu tiket yang ada pasti sesuai jumlah kapasitas stadion. Itu jelas. Hanya faktanya lebih. Aparat keamanan kecolongan dengan penonton ilegal yang masuk. Bisa jadi pula penonton ilegal ini yang memicu terjadinya kericuhan.
Ketiga, keadaran kita masyarakat untuk menjaga sportivitas olahraga masih sangat minim. Yang mungkin ada dipikiran kita adalah `hantam kalau ada yang mengundang'. Kita semua tidak bisa menjaga sikap kita menyikapi suatu permasalahan.
Kisruh laga final ETMC 2017 berawal dari pelanggaran lalu pemain kedua tim terlibat kontak fisik. Akhirnya suporter pun ikut ambil bagian dan kacaulah pertandingan itu.
Sebenarnya kalau kita melihat permulaan pergelaran ini sangatlah bagus. Dari awal pertandingan tidak ada kekacauan sama sekali hanya partai puncak yang menjadi aib dan perusak untuk semua kesuksesan yang terjadi.
Memang awal yang baik belum tentu melahirkan akhir yang baik. Akhirnya perisitiwa aib Marilonga seharusnya menjadi pembelajaran bagi kita untuk terus berbenah menghargai sportivitas olahraga.
Solusi
Ada bebarapa solusi yang dapat kita lakukan ke depan. Pertama, perkelahian dalam sepakbola memang sarat terjadi. Untuk itu peran penyelenggara pertandingan dan aparat keamanan sangat penting. Mereka yang menjaga keadaan suatu pertandingan tetap kondusif.
Seharusnya setiap penonton yang masuk dalam stadion harus dibatasi sesuai jumlah dan tidak melebihi kapasitas stadion. Kedua, para pemain dan pelatih harus saling mengingatkan untuk menjaga sikap dalam pertadingan.
Ini juga merupakan suatu tindakan fital untuk mejaga pertadingan tetap kondusif. Setiap pelatih dan ofisial tim harus terus memperhatikan para pemain atau juga menegur mereka ketika para pemain kelihatan sudah mulai emosi.
Ketiga, kita sebagai penonton harus berlaku sebagai penonton bukan sebagai perusuh. Ini hal yang harus kita tanam dalam benak kita ketika menonton pertandingan sepakbola. Pertandingan sepakbola kita tonton untuk menjadi hiburan kita bukan untuk menyulut emosi kita dan berujung pada kerusuhan.
Kita menikmati setiap keindahan pertandingan dengan terus menjaga sikap. Yang terpenting kalau ada kejadian aneh di lapangan ada petugas yang pasti akan mengurusnya. Kita tidak perlu bersikap berlebihan menanggapi hal-hal aneh itu. Akhirnya semua itu hanya untuk menjaga nama baik kita, daerah kita dan juga nama baik sepakbola. Semoga! *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/final-etmc-di-ende-ricuh_20170810_093814.jpg)