VIDEO: Pemkot Kupang Galakkan Program Menanam Air. Herman Man: Kami Usir Pawang Hujan
Dr. Hermanus Man menyajikan kepada peserta Lemhanas program yang sudah dijalankan lima tahun lalu dan rencana program ke depan.
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Agustinus Sape
“Masyarakat banyak yang protes. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan sampai tanggal 20 ini harus ada upaya. Bila tidak, maka anak akan didorong untuk bersekolah di sekolah swasta, persoalan biaya akan dibicarakan dengan Dewan agar bisa disantuni.
Dalam waktu singkat juga kita meluncurkan program pemerataan sekolah unggulan, tidak boleh sekolah menjadi unggulan, tetapi semua sekolah itu unggulan karena ada penyebaran guru dan infrastruktur.
Memang ada kebijakan mengenai zonasi, banyak yang protes, tetapi ada manfaatnya. Tapi belum dibuktikan.
"Saya minta Kepolisian dan Perhubungan setelah zonasi memantau kemacetan pada saat jam masuk sekolah, kepadatan titik tertentu setelah ada zonasi seperti apa.
Mau membuktikan bahwa zonasi mampu mengurangi, zonasi mau menghargai warga yang ada di sekitar sekolah.
Kata dr Herman, buktikan bahwa juknis ini benar. Jika jumlah murid membeludak dan tidak mendapatkan sekolah, barulah bersurat dan bertemu menteri.
Ia juga menjelaskan strategi mengatasi kemiskinan dengan meluncurkan program pemuda mengatasi kemiskinan pada bulan Oktober.
“Sudah saatnya pemuda bangkit bukan hanya sumpah satu bahasa tapi sumpah mengatasi kemiskinan. Dulu musuh kita adalah penjajah, sekarang musuhnya kemiskinan,” ujarnya.
Kunjungan Lemhanas ini sudah sering dilakukan sebagai pembelajaran para peserta agar bisa memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh daerah.
Pada prinsipnya DPRD Kota Kupang mendukung program-program yang berpihak pada kepentingan rakyat. (*)