Minggu, 14 Juni 2026

VIDEO: Pemkot Kupang Galakkan Program Menanam Air. Herman Man: Kami Usir Pawang Hujan

Dr. Hermanus Man menyajikan kepada peserta Lemhanas program yang sudah dijalankan lima tahun lalu dan rencana program ke depan.

Tayang:
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Agustinus Sape

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kunjungan LVI Lemhanas yang dilaksanakan selama tiga hari mulai 18-20 Juli 2017 di Kota Kupang diterima oleh Wakil Walikota Kupang, Dr. Hermanus Man dan Ketua DPRD Kota Kupang, Drs. Yeskiel Loudoe, S.Sos.

Dr. Hermanus Man menyajikan kepada para peserta Lemhanas yang terdiri dari 20 orang ini mengenai program yang sudah dijalankan lima tahun lalu dan rencana program ke depan.

Ia menjelaskan mengenai program lingkungan hidup hijau yang menjadi persoalan.

Dalam lima tahun ke depan Pemerintah Kota Kupang akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Gereja untuk membuat program gerakan menanam air, bukan menanam pohon.

“Akan ada sumur-sumur resapan dan di kota ini sudah terbukti bahwa dengan sumur resapan genangan air akan hilang dalam tempo sesingkat-singkatnya."

"Ke depan dengan DPRD akan membuat peraturan daerah, dimana lima persen dari lahan warga tidak boleh ditanam agar ada area resapan, lalu dibuat sumur sarapan secara pribadi di rumah masing-masing, di bangunan institusi termasuk di jalan," kata Herman Man.

"Kebetulan bapak/ibu datang di musim kemarau, kalau datang di musim hujan pasti ada genangan air yang besar. Karena kontur permukaan Kota Kupang bergunung dan berbukit-bukit, mau tidak mau kalau hujan ada genangan air yang menjadi sumber kemacetan lalu lintas dan sumber sampah,” katanya.

Permasalahan sampah plastik, ia bersyukur karena sudah ada bank sampah yang mengolah itu. Ke depan sudah ada investor yang menawarkan untuk reaktor sampah dengan kapasitas 450 ton sampah per hari akan menghasilkan 15-20 mw listrik di kota ini.

Lanjutnya, masih dalam program Kupang Hijau, Pemkot Kupang juga akan melakukan gerakan menanam 300 pohon beringin di kota Kupang.

Karena beringin memberi efek sejuk dan menampung air. Sumur yang ditanam atau dikelilingi pohon beringin di Kota Kupang tidak pernah kekurangan air.

Sebab, debit air saat musim kemarau sangat kurang. Sumber air di Kota Kupang bersumber dari air hujan selama 90 hari.

“Kami paling benci dengan pawang hujan, kalau kurang dari 90 hari mau hujan berapa hari lagi. Kalau ada pawang hujan kami usir,” ujarnya.

Menanggapi pertanyaan peserta Lemhanas Firdaus mengenai strategi dalam bidang pendidikan untuk memajukan daya saing SDM, Herman mengaku persoalan pendidikan menjadi suatu hal yang menarik.

Dengan diberlakukannya Permendikbud mengenai PPDB Online sampai kemarin masih ada 500-an anak yang belum ditampung di sekolah negeri milik pemerintah. Tetapi masih ada belasan sekolah swasta.

“Masyarakat banyak yang protes. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan sampai tanggal 20 ini harus  ada upaya. Bila tidak, maka anak akan didorong untuk bersekolah di sekolah swasta, persoalan biaya akan dibicarakan dengan Dewan agar bisa disantuni.

Dalam waktu singkat juga kita meluncurkan program pemerataan sekolah unggulan, tidak boleh sekolah menjadi unggulan, tetapi semua sekolah itu unggulan karena ada penyebaran guru dan infrastruktur.

Memang ada kebijakan mengenai zonasi, banyak yang protes, tetapi ada manfaatnya. Tapi belum dibuktikan.

"Saya minta Kepolisian dan Perhubungan setelah zonasi memantau kemacetan pada saat jam masuk sekolah, kepadatan titik tertentu setelah ada zonasi seperti apa.

Mau membuktikan bahwa zonasi mampu mengurangi, zonasi mau menghargai warga yang ada di sekitar sekolah.

Kata dr Herman, buktikan bahwa juknis ini benar. Jika jumlah murid membeludak dan tidak mendapatkan sekolah, barulah bersurat dan bertemu menteri.

Ia juga menjelaskan strategi mengatasi kemiskinan dengan meluncurkan program pemuda mengatasi kemiskinan pada bulan Oktober. 

“Sudah saatnya pemuda bangkit bukan hanya sumpah satu bahasa tapi sumpah mengatasi kemiskinan. Dulu musuh kita adalah penjajah, sekarang musuhnya kemiskinan,” ujarnya.

Kunjungan Lemhanas ini sudah sering dilakukan sebagai pembelajaran para peserta agar bisa memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh daerah.

Pada prinsipnya DPRD Kota Kupang mendukung program-program yang berpihak pada kepentingan rakyat. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved