VIDEO: Emi Nomleni, Perempuan TTS Ini Siap Bersaing di Pilkada 2018
Ketiganya menyatakan siap menjadi Bupati TTS dan akan masuk melalui jalur partai, independen maupun koloborasi.
Penulis: omdsmy_novemy_leo | Editor: Agustinus Sape
Laporan Wartawan Pos Kupang, Novemy Leo
POS KUPANG. COM, SOE – Tiga perempuan asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yakni Ir. Emilia J Nomleni, Rambu Anatau Mella dan Inche Sayuna, S.H,M.Hum,M.Kn, mulai pasang ‘kuda-kuda’ atau strategi untuk meramaikan pesta demokrasi Pilkada TTS 2018 mendatang.
Ketiganya menyatakan siap menjadi Bupati TTS dan akan masuk melalui jalur partai, independen maupun koloborasi.
Dimintai tanggapannya di tempat berbeda, ketiga srikandi ini menyatakan siap memimpin Kabupaten TTS periode 2018 - 2023 mendatang.
Emi mengatakan, tingkat kesiapannya dan pengurus DPC dan PAC sudah 70-80 persen. Saat ini sedang dibangun konsolidasi dan struktur partai mulai dari DPC dan 32 PAC sudah baik sehingga dia cukup percaya diri untuk maju.
“Saya maju karena ingin bertolak lebih ke dalam untuk menerima tanggungjawab yang lebih besar yang Tuhan siapkan dan yang masyarakat inginkan. Saya siap maju karena ada kepercayaan dan dukungan dari teman-teman,” kata Emi, di sekretariat PDI Perjuangan TTS, Rabu (5/7/2017) siang.
Dalam Rakerda PDIP TTS, Emi mendapat amanah untuk maju dalam proses pilkada namun Emi tidak bisa maju melalui jalur partai karena PDIP tidak punya kursi di DPRD TTS akibat persoalan tahun 2014 lalu.
“Kami putuskan maju dengan sistem koloborasi antara independen dan partai. Kami coba masuk independen tapi pekerjaan untuk proses itu tim keluarga akan bekerja tapi partai juga akan berdiri sebagai kekuatan utama,” kata Emi.
Rambu mengaku ada banyak suara dari akar rumput yang menginginkannya ikut pilkada TTS 2018. Namun dia belum tahu akan masuk ke partai mana mengingat dia bukan orang partai.
“Ya, saya selalu bilang biarkan hal ini berproses. Saya siap maju tapi semuanya tergantung dari aspirasi masyarakat,” kata Rambu, Selasa (4/7/2017) siang melalui telepon genggamnya dari Jakarta ke SoE.
Tentang jalur independen, kata Rambu, butuh kerja keras apalagi peraturan KPU cukup ketat.
“Tapi kita lihat saja, kalau masyarakat mendukung, kenapa tidak. Menurut saya, sudah saatnya perempuan memimpin Kabupaten TTS. Dan setiap kita punya hak politik yang sama, perempuan pun punya kemampuan yang tidak kalah dengan laki-laki,” kata Rambu, istri dari Bupati TTS, Paul Mella ini.
Ditanya isu ‘dinasti’ yang dialamatkan kepadanya, karena suaminya Paul Mella sudah dua periode menjadi Bupati TTS, Rambu mengatakan hal itu adalah pergumulannya.
“Isu dinasti itu tidak tepat. Bagi saya yang namanya dinasty itu kalau kekuasaan diturunkan langsung dari suami ke istri, begitu seterusnya hingga ke anak cucu melalui sistem tunjuk. Tapi kalau masyarakat yang pilih maka itu bukan dinasty. Saya harap isu itu tidak menjadi hambatan bagi saya,” kata Rambu.
Menurut Inche, menjadi pemimpin di TTS adalah sebuah pilihan yang menantang dan dia selalu punya kerinduan kembali ke kampung halaman untuk melakukan hal positif bagi keluarga, masyarakat dan daerah.