Senin, 20 April 2026

Bila Sudah Jatuh Cinta Selalu Ada Orang Ketiga, Ini Kisahnya

si pria jadi terdiam membatu. Lantas si gadis menarik tangan si pria dan menyadarkannya dari lamunan itu.

Editor: Rosalina Woso
IST
Ilustrasi 

Bapa Gadis: Kamu tahu sendiri zaman sekarang ini. Kalau ikut cara kamu itu. Mungkin kamu tidak suka dengan resepsi dengan pelaminan mewah, bapak bisa terima. Tapi kamu harus peduli apa yang orang lain bilang. Tahu-tahu orang akan berkata anak aku tertangkap basah dan nikah paksa dengan kamu. Mau ditaruh di mana muka ini.

Si Pria: Bagus juga rekomendasi bapak itu. Tertangkap basah, dan hanya dikenakan denda ringan. Bisa langsung dinikahkan saat itu juga. Bagus-bagus.

Bapa Gadis: Serius lah sedikit.

Si Pria: Itu sudah betul pak. Hehe.... Tapi pak, saya tidak bilang tidak akan ada resepsi. Sebab, resepsi ini perlu memberitahukan kalau adanya suatu pernikahan. Itu cara islam. Oke, tapi yang tak oke-nya, bersanding itu. Kasihan saya pak, saya seorang bayar mahar untuk anak bapak, orang lain juga dapat lihat.

Saat pengantin perempuan berhias secara berlebihan dan orang lain yang lihat menaikkan nafsu syahwat mereka, saya yang berdosa pak. Saya yang tanggung dosa dia. InsyaAllah pak, saya bukan ingin buat masalah pak. Syariat memang seperti itu.

Maha baiknya Allah sudah jaga kita selama ini, tapi hal-hal seperti ini pun kita masih pandang ringan dan kita tak menjaga apa yang telah Allah janjikan. Susah lah kalau seperti itu pak.

Maaflah kalau ada kata saya yang membuat pakcik kurang senang dengan saya. Semuanya kita serahkan pada Allah, kita berencana saja.

Azan Dzuhur berkumandang, jaraknya tidak sampai 10 meter dari masjid dekat rumah si gadis. Si pria memohon untuk ke masjid dan mengajak ayah si gadis untuk pergi bersama. Namun ajakan ditolak dengan lembut.

Lantas si pria memberi salam dan memohon untuk keluar. Di pinggir jendela, si gadis melihat si pria mengeluarkan kopiah dari sakunya dan segera dipakainya. Masuk ke dalam mobil dan hilang dari penglihatan si gadis tadi.

Sedang si gadis yang sedari tadi berdiri di balik tirai bersama ibunya meneteskan air mata mendengar pembicaraan si pria dengan ayahnya. Jilbab pemberian si pria sebagai hadiah pada hari jadinya yang lalu digenggam erat.

Ibu si gadis juga meneteskan air mata melihat tingkah anaknya. Segera ibu dan si gadis ke ruang tamu menghadap ayahnya.

Ibu Gadis: Apa yang anak itu bilang benar. Kita ini tidak mementingkan agama selama ini.

Bapa Gadis: Hmm .. entahlah, tidak tahulah saya. Keras betul kata-kata anak itu tadi. Satu-satu kena. Dia pesan tadi, minta bersiap, habis zuhur dia akan ajak kamu pergi jalan.

Gadis: Sudah tidak selera mau pergi, Ayah. Entah ..
Si gadis kemudian mengambil ponselnya dan mengetik pesan.
Si pria yang selesai wudhu tersenyum ketika membaca pesan yang baru saja diterima dari si gadis.

"Andai Allah telah memilih dirimu untukku, aku ridha dan akan terus bersama mu, aku juga akan terus pada agama yang ada padamu."

"Siang ini tidak selera keluar jalan, maaf ......."
"Dan minggu depan ayah minta kirim rombongan untuk lamaran.".

Note: Kisah ini hanya sekedar cerita fiksi dikutip dari situs myibrah untuk diambil pelajaran. Ingatlah, ketika seorang pria dan wanita berduaan, setan adalah orang yang ketiga. Maka jika sudah saling kenal dan mantap ingin menjalin hubungan serius, ada baiknya segera dilamar dan secepatnya melangsungkan pernikahan.

Kisah ini pun mendapatkan tanggapan positif dari netizen, yang rata-rata dapat mengambil hikmah dari cerita di atas.

Seperti yang diungkapkan Akhmal, "Sesungguhnya kisah itu memberikan iktibar agar kita terus menegakkan syariat yang esa..terima kasih karana telah menyadarkanku.walaupun aku tidak pasti..adakah peristiwa di atas benar2 nyata? Aku harap aku akan menjalani kehidupan yang senantiasa mendapat keridhaan Allah..bagi orang yang telah menulis cerita ini..Hanya Allah yang dapat membalas budimu..terima kasih karana telah menyadarkanku,"

"Alhamdulillah.cerita begini harus diperluaskan lagi penyebarannya, agar ramai manusia di luar sana dapat mengambil pelajara dan iktibar." ucap Faizal.

"Sebuah cerita yang menarik. Cocok untuk renungan semua lapisan masyarakat terutama orangtua. Kepada pemuda-pemudi menempatkan prioritas Anda dengan benar. Pelajaran cemerlang kita utamakan. Maksiat kita hindari. Kalau nikah dapat mencegah maksiat zina, maka nikah hukumnya wajib tetapi harus ada persiapan. Jangan mau menikahi anak orang tapi tak mampu beri makan-minum, pakai, tempat tinggal dan kebutuhan-kebutuhan wajib. Jadi pikir-pikirkan lah.," tambah Aku Sunni. (Bangka Pos.Com)

Sumber: Bangka Pos
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved