Bila Sudah Jatuh Cinta Selalu Ada Orang Ketiga, Ini Kisahnya
si pria jadi terdiam membatu. Lantas si gadis menarik tangan si pria dan menyadarkannya dari lamunan itu.
Si Pria: Ehh. Maaflah pak. Bukan saya nak bicara soal agama. Tapi itulah realitasnya. Kita terlalu memandang adat sampai lupa agama.
Bapa Gadis: Begini saja. Kamu sediakan Rp 65 juta. Kalau tidak, kamu tidak bisa menikah dengan anak aku!
Si Pria: Akan lama kalau seperti itu. Saat usia saya sudah 30 tahun lebih, baru dapat melamar. Kalau seperti itu pak, 'izinkan saya berzina dengan anak bapak'?
Bapa Gadis: Hoi! Kau sudah melampaui batas, jaga baik-baik kata-katamu itu. Jangan main buka mulut saja.
Si Pria: Dengarkan dulu penjelasan saya pak. Bapak tahu tidak apa sebab orang berzina dan banyak anak lahir diluar nikah? Sebab benda ini lah pak. Seringkali orang tua perempuan yang meminta berpuluh-puluh juta, hingga pihak pria terpaksa menunda keinginan menikah.
Tetapi cinta dan nafsu kalau tidak diarahkan dengan benar, setan yang jadi pihak ketiga untuk menyesatkan manusia. Akhirnya mereka mengambil jalan pintas memuaskan nafsu serakah dengan berzina.
Awalnya memang yang ringan-ringan dulu pak, pegang-pegang tangan, peluk-peluk, pegang pinggul, dan sebagainya. Tapi lama-lama jadi yang berat-berat. Yang berat-berat itu, bapak sendiri pun bisa bayangkan.
Bapa Gadis: Apa hubungan kamu ingin berzina pula?
Si Pria: Iya lah. Bapak tidak izinkan kami menikah sekarang, kalau ada duit dulu baru bisa menikah. Kami mau lepaskan nafsu bagaimana pak? Tiap hari saya lihat dia, dia lihat saya. Susah pak. Nafsu .. Sebab itu saya dengan rendah hati minta izin pada pakcik untuk berzina dengan anak bapak. Terpenting bapak tahu saya dan dia akan berzina, sebab rata-rata orang yang berzina nii orang tua tak tahu. Terlihat seperti biasa-biasa saja padahal sudah berzina. Err .. berzina tidak hanya yang ehem-ehem saja. Ada zina-zina yang ringan, tapi karena ringan itu yang akan jadi berat.
Bapa Gadis: Hmm .. Kamu ini sangat rumit. Nasib baik bapak santai saja. Kalau orang lain, sudah lama angkat parang. Tapi kalau tidak ada duit, bagaiman kamu mau kasih anak saya makan?
Si Pria: Hehe .. Bapak lupa dengan apa yang telah Allah janjikan?
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara akmu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Surat An-Nur Ayat 32).
Tidak mungkinlah lah kita tidak yakin dengan apa yang Allah janjikan. Kalau makan dan minum, insyaAllah saya mampu memberikannya.
Masalah, tempat tinggal itu kita bisa bicarakan lagi. Kalau benda ini dapat mencegah kami dari melakukan hal dosa dan sia-sia. Baik, akan disegerakan. Bapak pun tak mau terjadi hal-hal tidak baik kan.
Diam tanpa kata ayah si gadis, merenungi kata-kata si pria. Dia memikirkan cara untuk mematahkan kata-kata si pria dan ayah si gadis mendapat akal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ilustrasi_20170526_081756.jpg)