Bila Sudah Jatuh Cinta Selalu Ada Orang Ketiga, Ini Kisahnya

si pria jadi terdiam membatu. Lantas si gadis menarik tangan si pria dan menyadarkannya dari lamunan itu.

Editor: Rosalina Woso
IST
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM--Di suatu daerah perumahan di pinggiran kota, ada satu pasangan berlainan jenis ingin pergi berkencan.

Si pria datang untuk menjemput si wanita pujaan hati, yang telah menunggu di depan rumah.

Terjadilah perbicangan berikut:

Gadis: Masuklah dulu, ketemu dengan ayah saya.
Pria: Boleh kah?
Gadis: Masuk saja lah, saya ingin siap-siap dulu.
Masuklah si pria lewat pintu utama.
Si Pria: Assalamualaikum.
Bapak Gadis: Waalaikumusalam.

Mendengar kerasnya suara jawaban ayah si gadis, si pria jadi terdiam membatu. Lantas si gadis menarik tangan si pria dan menyadarkannya dari lamunan itu.

Gadis: Ayo, duduk di kursi ini.
Si Pria: Eh ..

Setelah tangan diulurkan dan berjabat tangan dengan ayah si gadis, duduklah si pria di kursi. Hampir berhadapan dengan orang tua si gadis. Hanya koran yang menjadi pembatas diantara mereka.

Bapak Gadis: Mau jalan kemana hari ni?
Si Pria: Ke kota saja pak, dia (si gadis) ingin mencari barang katanya. Barang apa? Tidak tau saya.
Bapak Gadis: Oh ..
Si Pria: ??

Hampir 5 menit diam tanpa suara dan ibu si gadis keluar dari tabir ruang utama membawa air serta makanan ringan. Si pria tersenyum kelat.

Ibu Gadis: Minum lah ini sedikit. Kamu sudah sarapan?
Si Pria: Ehh. Sudah buk. Terima kasih.
Ibu Gadis: Kamu ini malu-malu pula dengan kami.
Si Pria: Segan buk. hehe
Bapa Gadis: Kapan kamu akan kirim rombongan untuk lamaran?
Ibu Gadis: Eh .. Apa ayahnya ini?
Si Pria: Ehh. Duit belum ada. hehe
Bapa Gadis: Kamu bawa anak kami ke mana-mana. Apa kata orang nanti?

Si Pria: (Eh. Malu dengan orang atau malu dengan Allah, lebih takut kata orang daripada Allah yang menghukum). Kami naik mobil pak, tidak berdempet-dempatan. Boleh saya bertanya pak, sedikit?

Bapa Gadis: Boleh, tidak ada masalah.
Si Pria: Bapak dan Ibu menetapkan uang hantaran berapa ya?
Bapa Gadis: Kalau bisa Rp 65 juta.
Ibu Gadis: Ehh. Tapi kalau bisa makcik nak lebih tinggi sedikit dari tetangga sebelah.
Si Pria: Berapa itu buk?
Ibu Gadis: Kira-kira Rp 80 juta
Si Pria: (Astaga, dari mana mendapatkannya? Aduh...) Tingginya buk, tidak bisa rendah lagi kah?

Bapa Gadis: Itu nasib kamu, kamu yang ingin menikahi anak kami. Dia juga satu-satunya anak perempuan kami, bolehlah harganya mahal sedikit.

Si Pria hampir hilang akal ketika disebutkan harga si gadis itu. Tapi si pria mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan untuk menurunkan harga si gadis.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved