VIDEO

VIDEO: Apakah Kota Layak Anak di Kupang Bisa Antisipasi HIV AIDS

Dengan menjadikan Kota Kupang sebagai kota layak anak akan bisa mengantisapi penularan dan perkembangan virus HIV/AIDS di kalangan anak dan remaja.

Lebih jauh dr. Joice mengatakan, berita Pos Kupang edisi Rabu (17/5/2017)  dengan judul "99 persen remaja Kupang Laklukan Seks Berisiko dengan sub judul 166 orang terinfeksi HIV/AIDS " itu membuatnya tercengang dan kaget. Karena judul itu seperti 'memvonis' bahwa sebanyak 99 perse remaja Kupang telah melakukan seks berisiko. Namun setelah dijelaskan Pos Kupang bahwa yang dimaksud dengan 99 persen remaja Kupang melakukaan seks berisiko itu adalah 99 persen dari 166 remaja di Kota Kupang yang terinveksi HIV/AIDS. Jadi bukan 99 persen dari seluruh remaja kota kupang. Meski demikian Joice mengatakan, dari judulnya, pembaca langsung menilai bahwa 99 persen itu adalah 99 persen dari seluruh remaja di Kupang.

Sementara itu Kepala sekolah Lentera Harapan Kupang, Meldy Kese, S.Pd mengatakan, untuk bisa membentengi siswa/i sekolahnya tidak melakukan hubungan seks dini diluar pernikahan sah, pihaknya senantiasa menanamkan nilai karakter dan iman kepada mereka. "Jadi jika iman mereka sudah kuat dengan Tuhan maka untuk apa saja, bukan hanya HIV/AIDS, seks dini, perkelahian, berbohong, korupsi, akan mereka hindari," kata Meldy.

Caranya, demikian Meldy, dengan memberikan renungan selama 15 menit sebelum dan setelah belajar di kelas. Bahkan setiap hari Jumat, pukul 07.00 hingga pukul 08.00 Wita seluruh siswa/i dan guru ada pembinaan rohani. "Tujuannya untuk memperkuat iman mereka. Supaya setelah mereka keluar dari sekolah ini, meski kita tidak ada tapi mereka yakin bahwa Tuhan selalu ada untuk melihat perilaku mereka," kata Meldy.

Cara lain yakni mensosialisasikan tentang pecegahan seks dini melalui Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah satu jam setiap minggu ada bimbingan dan konseling kepada siswa/i. "Disitu para siswa bisa berkonsultasi soal masalah apa saja termasuk membicarakan seks dan lainnya. Bahkan yang paling dalam hal-hal itu akan dibicarakan di kelas biologi," kata Meldy.

Pada kelas biologi itu, demikian Meldy, guru membahas banyak hal mulai dari pendidikan seks, kesehatan reproduksi, sampai penyakit. "Karena biasanya anak remaja itu rasa ingin tahunyha tinggi dan ketika mereka menonton televisi, video atau membaca buku-buku lalu ingin mencobanya. Namun seringkali mereka tidak tahu apa konsekuensi dari coba-coba itu. Karena itulah dalam kelas biologi, pendidikan seks itu diajarkan kepada mereka, sampai kepada akibatnya, penyakit kelamin dan sebagainya," kata Meldy.

Dan untuk membentengi generasi muda dari perilaku tidak terpuji, haruslah dimulai sejak dini. Sejak usia dini sudah diberikan pendidikan seks yang baik dan benar di rumah oleh orangtuanya serta oleh guru di sekolah mulai dari Paud, TKK, SD, SLTP, SMA, hingga perguruan tinggi. Meldy berharap ke depan, pelajaran mulok di sekolah juga bisa disisipi dengan pendidikan seks dan  pendidikan nilai karakter agar anak-anak bangsa bisa berkarakter. (vel)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved