Pilgub NTT dan Peran Parpol, Inilah Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Pemilih di NTT
Seperti dilansir media, partai politik gencar melakukan konsolidasi serta konvensi di pelbagai daerah. Partai-partai
Dalam konteks Pilgub NTT elite partai politik sangat diharapkan memiliki dan memahami poin-poin penting yang dipaparkan di atas. Dalam arti setiap parpol harus jeli memilih, menetapkan serta menentukan kriteria calon pemimpin yang berbobot sesuai dengan ideologi dan nilai-nilai yang dianut.
Di sini partai politik dilarang untuk menerima calon-calon eamimpin yang memiliki gejala keterpecahan dalam diri, tidak memiliki kepribadian yang integral dan mengesampingkan nilai-nilai dan etika yang berlaku secara universal dalam hidup. Partai politik juga sangat diharapkan tidak tergiur tawaran-tawaran yang bersifat materialistis dan hedonistis dari setiap calon.
Dalam skala NTT, penulis ingin mewacanakan profil seorang calon pemimpin yang ideal. Pertama, partai politik yang hendak berkoalisi harus berani melirik dan bersikeras menentukan dan memilih figur calon yang berkomitmen tinggi terhadap kebutuhan masyarakat.
Artinya dia pemimpin harus mampu pertanggungjawabkan perjuangannya untuk rakyat. Sebagai seorang pemimpin yang bermartabat, dia harus mendekatkan diri dengan masyarakat, serentak pada saat yang sama peka membaca kebutuhan masyarakat. Dia harus turun ke bawah dan berdialog dengan masyarakat, mendengarkan keluhan masyarakat dan selanjutnya mampu merealisasikan keinginan masyarakat itu secara konkret dalam program serta pelbagai kebijakan yang diambil.
Kedua, partai politik yang berkoalisi harus mencari dan menentukan figur pemimpin yang pro terhadap keadilan dan kebenaran. Apa yang dikatakannya haruslah selaras dengan apa yang diperjuangkan dalam era kepemimpinannya kelak. Apa yang dikatakannya harus terpancar keluar dari kehendak rakyat sendiri.
Ketiga, partai haruslah melahirkan calon pemimpin yang mampu berpikir global dan bertindak lokal-kontekstual. Statemen ini merujuk pada kriteria calon yang adalah seorang pemikir yang harus menggumuli problem kemasyarakatan dalam masyarakat atau wilayah. Dia perlu menggunakan pikirannya yang rasionalistis dan logis secara luas dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan universal.
Di sini juga seorang calon pemimpin harus mampu membuat pilihan politis yang kontekstual dan lokal, yang sungguh dirasakan sebagai sesuatu yang relevan dengan segala persoalan masyarakat.
Kriteria-kriteria di atas menjadi tugas utama yang harus diperhatikan partai politik, karena merupakan hakekat utama dari eksistensi partai politik. Jika diperhatikan dengan baik, maka saya yakin, masyarakat akan merasa puas dengan calon pemimpin yang lahir dari partai politik atau dari luar partai politik tetapi yang sudah dipersiapkan matang dan teruji.
Ingat, Pilkada haruslah menjadi sebuah fenomena di mana ciri demokrasi yang sesungguhnya yang selalu mengedepankan partisipasi aktif seluruh masyarakat dalam wahana partai politik dapat dimanifestasikan. *