Akbar Tewas Ditelan Ular Piton, Tinggalkan Bayinya yang Masih Lucu. Tidak Tega Melihatnya

Inilah fakta-fakta memprihatinkan dari kondisi keluarga Akbar yang jadi korban mangsa ular Piton. Coba lihat bayinya yang masih lucu.

Editor: Agustinus Sape
tribunnews.com
Akbar tewas meninggalkan seorang istri serta dua orang puteri yang masih sangat kecil. 

Maka jika piton yang dilaporkan mencapai tujuh meter, mereka akan mendapat kalori yang dibutuhkan dari korban seukuran manusia.

"Kalau kita dililit piton, jangan kita terlalu berontak-berontak.

Pertama, energi kita habis, kedua, nggak bisa lepas dari piton.

Kalau kita pura-pura lemas, bisa seketika itu ada kemungkinan lolos," kata Nia.

Piton biasanya akan menjatuhkan diri dari pohon-pohon yang tinggi, sehingga Nia memperkirakan bahwa daerah perkebunan kelapa sawit dulunya adalah kawasan hutan yang merupakan tempat mereka mencari makan dan bertahan hidup.

Ukuran piton yang besar membuatnya tidak bisa mengejar mangsa, seperti halnya kobra yang menyukai kebun kelapa sawit di Riau karena teduh.

Baca: Diukur Ulang, Ular Piton Pemangsa Petani Mamuju Ternyata Capai 7 Meter

Namun baik kobra maupun piton kemungkinan melihat kebun kelapa sawit sebagai lokasi mendapatkan sumber makanan.

Bagi ular sanca, kebun kelapa sawit menguntungkan karena kawasan itu menarik perhatian babi hutan, monyet, anjing hutan atau manusia -semuanya berpotensi menjadi mangsa yang bisa memberikan kalori cukup bagi mereka. (Ria Theresia/Grid.id/Tribun-Timur) (tribunstyle.com/Grid.id/Ria Theresia)
 

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved