Akbar Tewas Ditelan Ular Piton, Tinggalkan Bayinya yang Masih Lucu. Tidak Tega Melihatnya
Inilah fakta-fakta memprihatinkan dari kondisi keluarga Akbar yang jadi korban mangsa ular Piton. Coba lihat bayinya yang masih lucu.
Piton Lebih Suka Mangsa Babi Hutan

Benarkah ular piton bisa menelan manusia dewasa?
Pakar ular atau herpetologis dari Universitas Brawijaya, Nia Kurniawan mengatakan manusia bukan mangsa utamanya, namun ular sanca memilih mangsa yang sesuai kebutuhan kalorinya.
"Ular piton itu lebih memangsa babi hutan dan anjing hutan, yang lebih mudah ditemui daripada manusia.
Itu kebetulan saja kali ini, antara habitat manusia dan ular sanca itu tumpang tindih, yang memungkinkan manusia dimakan oleh piton," kata Nia Kurniawan.
Baca: Firasat Keluarga Sebelum Akbar Ditelan Piton, Tak Bawa Hp dan Motor, Mondar-mandir Tak Bicara
Perilaku ular sanca atau piton dalam memangsa manusia, katanya, bukan karena dia terancam, tapi karena memang lapar dan harus makan.
"Hewan karnivora, baik itu buaya, singa, harimau, ular, itu kan mengukur ukuran kalori.
Jadi kalau dia ularnya besar, dia pengen makan, dia menghitung massa tubuh mangsanya.
Kalau ular ukuran empat meter itu, ada tikus lewat, tidak akan dimakan sama dia.
Tapi kalau yang lebih besar minimal seukuran babi hutan, baru dia mau mengejar.
Karena dia menghitung energi, energi untuk memangsa itu kan cukup besar.
Jadi piton itu menjatuhkan diri, membelit.
Baca: VIDEO: Warga Salubiro Mamuju Sempat Dengar Teriakan Akbar sebelum Ditelan Ular Piton
Dia akan menunggu sampai tidak ada detak jantung, baru dia akan melonggarkan, terus memakan," paparnya pula.