Masih Banyak Anak di Kota Kupang Belum Terima Dana PIP
Buktinya, para siswa dan orang tua siswa masih terus memadati Rumah Aspirasi Jeriko di wilayah Kelurahan Kelapa Lima, untuk memastikan mereka terdafta
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Maksi Marho
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Jumlah siswa SD, SMP dan SMA/SMK yang belum menerima dana PIP di Kota Kupang ternyata masih cukup banyak.
Buktinya, para siswa dan orang tua siswa masih terus memadati Rumah Aspirasi Jeriko di wilayah Kelurahan Kelapa Lima, untuk memastikan mereka terdaftar sebagai penerima dana PIP.
Seperti disaksikan wartawan pos kupang di rumah aspirasi Jeriko, Senin (20/2/2017) siang, puluhan siswa berseragam sekolah dari beberapa SMA/SMK negeri mendatangi rumah aspirasi tersebut. Mereka bahkan masih mengenakan pakaian seragam sekolah.
"Kami sudah jam pulang sekolah. Kami memang pulang duluan, jadi singgah di sini. Kami belum dapat dana PIP," kata seorang siswi SMK Negeri 1 Kupang bernama Susan.
Sementara seorang siswa SMK Negeri 2 Kupang mengatakan, dirinya datang ke rumah aspirasi Jeriko karena mendampingi temannya yang belum menerima dana PIP.
Meski demikian, para siswa SMA/SMK yang datang ke rumah aspirasi mengaku telah mengantongi surat keterangan dari sekolah.
Mereka datang ke rumah aspirasi untuk mendapat surat keterangan sehingga bisa segera mencairkan dana PIP yang menjadi hak mereka.
Hal berbeda justru dikatakan para orang tua siswa yang datang ke rumah aspirasi tersebut. Menurut para orang tua siswa ini, mereka datang ke rumah aspirasi untuk berkonsultasi karena belum mendapat surat keterangan dari sekolah.
"Kepala sekolah bisa beri surat keterangan dari sekolah kalau siswa menunjukan surat keterangan dari kelurahan sebagai keluarga miskin atau keluarga tidak mampu. Padahal anak kami terdaftar sebagai penerima dana PIP," kata seorang ibu bernama Mama Lia.
Menurut mama Lia, anaknya sekolah di SMK N 3 Kupang. Sejak November 2016 anaknya tidak bisa mencairkan dana PIP karena kepala sekolah tidak mau menandatangi surat keterangan dari sekolah. Sementara pihak kelurahan menolak mengeluarkan surat keterangan keluarga tak mampu.
"Siswa yang sekolah di SMAK Geovani itu anak orang miskin atau orang kaya?. Tapi mereka sudah menikmati uang PIP dari beberapa bulan lalu. Kita lain yang orang miskin di persulit, ke kelurahan tapi lurahnya tidak ada. Bagaimana kita bisa dapat surat keterangan miskin?. Bukan kita malu mau bilang kita miskin," kata Mama Lia.
Selain Mama Lia juga ada ratusan orang tua lainnya yang mendatangi rumah aspirasi Jeriko untuk mengurus surat keterangan yang memastikan anak mereka sebagai penerima dana PIP.
Merela yang datang ke rumah aspirasi ini, umumnya orang tua siswa dari sekolah yang meminta orang tua mengurus surat keterangan miskin dari kelurahan baru kemudian datang ke rumah aspirasi untuk mendapatkan surat keterangan dari rumah aspirasi tersebut supaya bisa segera mencairkan dana PIP.
Para orang tua siswa dan para siswa yang datang ke rumah aspirasi ini berharap, dana PIP yang menjadi hak para siswa bisa segera dicairkan. Sangat disayangkan kalau sampai tidak bisa dicairkan dan dikembalikan ke kas negara sementara masyarakat Kota Kupang sangat membutuhkan dana PIP.