Pesan "Kanker" Buat Para Kepala Daerah

Kanker menjadi penyakit yang serius setelah akhir-akhir ini menjadi salah satu penyumbang kematian terbanyak.

Editor: Dion DB Putra
ilustrasi 

Oleh Vinsen Belawa Making, SKM, M. Kes
Wakil Ketua Stikes CHMK -Sekretaris Eksekutif IAKMI NTT

POS KUPANG.COM -Kanker dalam dunia medis adalah pertumbuhan sel atau jaringan yang terus-menerus dan tak terkendali tanpa mempunyai fungsi secara fisiologis, bersifat destruktif dan invasif ke jaringan dan organ-organ sekitar. Perbedaan tumor dan kanker ada pada jenis sel yang berkembang. Jika tumor tidak menyebar, maka sel kanker malah menyebar ke seluruh bagian tubuh.

Kanker menjadi penyakit yang serius setelah akhir-akhir ini menjadi salah satu penyumbang kematian terbanyak. Sebagai bagian dari penyakit tidak menular, kanker disinyalir menjadi penyebab beberapa kematian yang misterius (Beberapa tidak dapat didiagnosa secara pasti oleh teknologi kedokteran pada level puskesmas dan rumah sakit tipe C dan bahkan B).

Hal ini karena penderita kanker pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang serius dan minimnya peralatan berteknologi tinggi membuat beberapa kanker sulit terdeteksi secara pasti. Akibatnya banyak pasien yang baru ketahuan kanker setelah stadium akhir. Inilah masalah besar yang harus menjadi catatan buat semua kepala daerah di NTT, termasuk ke 18 kepala daerah yang dilantik Rabu (17/2/2016).

Mengapa Harus Kepala Daerah?
Sebuah pertanyaan yang menggelitik. Mengapa bukan kepala dinas, kepala rumah sakit, kepala puskesmas dan para tenaga kesehatan serta pribadi masyarakat sendiri yang bertanggung jawab? Mengapa harus kepala daerah?

Kanker bukan hanya satu penyakit, tetapi banyak penyakit. Ada lebih dari 100 jenis kanker. Sebagian besar kanker diberi nama sesuai organ atau jenis sel di mana mereka mulai berkembang.

Kanker dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan pada semua gologan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun. Dalam catatan penulis sendiri, terdapat tujuh orang kerabat telah meninggal dunia akibat penyakit ini sejak Tahun 2011. Semua mereka dirujuk dari daerah (Lembata) ke RSUD W.Z Johannes sudah dalam kondisi yang parah (kanker stadium akhir -umumnya kanker hati).

Ini baru kerabat dekat penulis sendiri (satu wilayah kecamatan) yang sempat dirujuk ke Provinsi. Belum tercatat yang tidak sempat dirujuk dan yang tersebar di semua wilayah provinsi NTT. Sejauh ini belum ada penelitian yang khusus dalam memetakan jenis kanker dan jumlah yang pasti di NTT. Tetapi yang pasti jenis penyakit yang satu ini telah banyak menelan korban jiwa.

Penyebab kanker juga beragam. Secara garis besar ada tiga faktor risiko, yaitu Risiko Melekat (Keturunan, Umur, Seks), Risiko Perilaku (merokok, diet, alkohol, stress) dan Faktor Lingkungan (Globalisasi, Sosio-ekonomi, Budaya, Modernisasi, Polusi). Selain itu, ada pula faktor yang secara khusus mempercepat terjadinya kanker, yaitu: 1) Bahan Kimia.

Zat-zat yang terdapat pada asap rokok dapat menyebabkan berbagai jenis kanker pada perokok dan perokok pasif (orang bukan perokok yang tidak sengaja menghirup asap rokok orang lain) dalam jangka waktu yang lama.

Bahan kimia untuk industri serta asap yang mengandung senyawa karbon dapat meningkatkan kemungkinan seorang pekerja industri menderita kanker; 2) Penyinaran yang berlebihan. Sinar ultraviolet yang berasal dari matahari dapat menimbulkan kanker kulit. Sinar radio aktif, sinar X yang berlebihan atau sinar radiasi dapat menimbulkan kanker kulit dan leukemia; 3) Virus. Beberapa jenis virus berhubungan erat dengan perubahan sel normal menjadi sel kanker. Jenis virus ini disebut virus penyebab kanker atau virus onkogenik;

4) Hormon. Hormon adalah zat yang dihasilkan kelenjar tubuh yang fungsinya mengatur kegiatan alat-alat tubuh dari selaput tertentu. Pada beberapa penelitian diketahui bahwa pemberian hormon tertentu secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan terjadinya beberapa jenis kanker seperti payudara, rahim, indung telur dan prostat (kelenjar kelamin pria);

5) Makanan. Zat atau bahan kimia yang terdapat pada makanan tertentu dapat menyebabkan timbulnya kanker misalnya makanan yang lama tersimpan dan berjamur dapat tercemar oleh aflatoxin. Aflatoxin adalah zat yang dihasilkan jamur Aspergillus Flavus yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker hati.

Dari semua hal tersebut di atas beberapa yang perlu mendapat penekanan yang secara tidak sadar selalu kita abaikan. Hal sederhana tersebut adalah tingkat stress seseorang. Semakin stress seseorang, maka kemungkinan terkena kanker juga semakin besar, sebab daya tahan tubuh seseorang juga turun saat itu. Biasanya faktor ekonomi dan sosial kemasyarakatan menjadi pemicu terbesar adanya stress ini. Masyarakat harus sejahtera agar dapat meminimalisir kejadian ini.

Pertanyaannya, semua hal ini siapa yang dapat mengendalikannya? Jawabannya ada di tangan seorang kepala daerah. Ia harus tegas menyikapi semua persoalan kemasyarakatan saat ini. Kurangi pengeluhan masyarakat (stress) tentang air bersih, sanitasi, listrik, sembako, akses transportasi dan berbagai hal lain yang mendasar dalam masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved