Hujan Pergi Lagi
Dalam berbagai perayaan selama akhir tahun lalu, sapu lidi ditanam pangkalnya, selanjutnya
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
"Kamu pakai laser untuk hentikan hujan?" Tanya Nona Mia.
"Jangan sembarangan menuduh," jawab Benza.
"Buktinya hujan pergi lagi!" Kata Nona Mia. "Aneh kalian ini. Bagaimana mungkin kalian bertiga teman-temanku. Rara pakai sakelake one, Jaki pakai lidi lombok, dan kamu pake sinar laser. Apa tidak kasian petani? Apa rela saksikan kelaparan nanti?
"Sekali lagi, jangan sembarang tuduh, Nona manis," kata Benza dengan tenang.
"Sakelake one, lidi lombok, laser, tidak ada urusannya dengan hujan datang atau hujan pergi. Soal sinar laser itu mustahil. Kita semua perlu pelajari dengan seksama agar mengerti dengan benar. Yang jelas sekarang ini hujan yang sudah mau datang sekarang pergi lagi. Apa yang mesti dilakukan?"
***
"Umumkan agar semua sakelake one di atas atap diturunkan, semua lidi lombok dikembalikan ke fungsinya semula, dan larang sinar laser ditembak ke langit."
"Jangan menduga-duga dan melempar isu. Sejak saat ini kita wajib memikirkan langkah antisipasi terbaik jika hujan benar-benar pergi dan kelaparan segera datang."
"Benarkah hujan pergi lagi?"
"Kapankah hujan akan datang?" (*)