Jumat, 12 Juni 2026

Pendekar Pendidikan Gratis

Adalah seorang figur bernama Marthinus Manoe. Dalam masa hidupnya pernah mengabdi sebagai guru pada desa terpencil, yakni Desa Tanini, Kecamatan Takari sejak tahun 1948 dan berakhir sebagai Penilik TK/SD di Kecamatan Amfoang Selatan tahun 1987.

Tayang:

Kami pihak yayasan menyusun sebuah propgram pembelajaran yang akan ditebarkan kepada anak-anak usia sekolah dengan memperhatikan (basic knowledge) yang mereka miliki sebagaimana disebutkan tadi.

Bahwa mata pelajaran yang kami berikan bertumpu pada  bidang pertanian dan peternakan dengan sasaran yang ingin dicapai adalah menciptakan masyarakat mandiri, yang kelak tidak bergantung pada orientasi menjadi pegawai negeri sipil. Upaya ini merupakan strategi membelokkan orientasi masyarakat yang lebih mengutamakan status sosial dari orientasi pegawai negeri menjadi orientasi wiraswata.

Wiraswasta yang dimaksudkan apa!

Wiraswasta yang kami maksudkan adalah menjadi petani modern yang berorientasi bisnis (ekonomi pertanian). Bahwa diharapkan setelah mereka menamatkan pendidikan pada level sekolah menengah  pertama, mereka sudah mampu berproduksi bagi kebutuhan konsumsi mereka.

Dengan sistem pendidikan seperti ini, para siswa tidak hanya memperoleh teori tetapi juga mereka telah ditempa melalui praktek lapangan baik di bidang pertanian maupun di bidang peternakan.

Apa program jangka panjangnya?

Dalam jangka panjang, pihak yayasan berkeinginan untuk membangun sebuah sekolah lanjutan yakni pada aras menengah atas. Pada aras ini para sisiwa diharapkan tidak hanya mampu berproduksi bagi kebutuhan konsumsi sendiri tetapi sudah terarah pada agrobisnis dan pasca panen, sehingga mereka dapat memperoleh pendapatan tambahan dalam bentuk uang riil yang dapat digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan sekunder lainnya.

Hal ini mengindikasikan bahwa program kami tidak sebatas menamatkan anak-anak usia sekolah pada aras sekolah menengah pertama tetapi sedapat mungkin menamatkan  pendidikan pada sekolah menengah atas yang berbasis pertanian dan peternakan.

Pada aras sekolah menengah atas mereka akan dibekali dengan berbagai teori, antara lain manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen keuangan usaha kecil, serta teori-teori penunjang lainnya yang berorientasi pasar. Pada tahun ajaran 2006/2007 kami menerima siswa/i sebanyak 17 orang. Pada tahun ajaran 2007/2008, pihak Yayasan menerima siswa baru sebanyak 23 orang. Selama dua tahun ajaran ini, pihak yayasan berupaya untuk membiayai operasionalisasi pendidikan tersebut yang mempunyai ciri PLUS.

Apa ciri plus SMP Sonaf Marthin!

Ciri ini ditandai dengan orientasi mata pelajaran bidang studi yang mengarah pada produktivitas pertanian dan peternakan.  Sasaran yang ingin dicapai adalah menciptakan masyarakat pedesaan yang mandiri sehingga mereka terbebas dari lingkaran kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja. Untuk mencapai maksud tersebut, pihak yayasan telah melakukan pendekatan kultural dengan tokoh-tokoh adat serta pemegang hak ulayat atas tanah, sehingga pada awal tahun 2007, kami telah diberikan sebidang tanah untuk digunakan sebagai kompleks sekolah yang di dalamnya terdapat gedung sekolah darurat, rumah guru darurat yang dilengkapi MCK modern, dan sarana olahraga berupa lapangan voli dan lapangan bulu tangkis serta sebagiannya dijadikan lahan pertanian sebagai wadah praktikum bagi siswa/i SMP PLUS.

Ada ‘badai’ yang menghadang usaha Anda?

Perjalanan kami mendirikan sekolah ini mengalami hambatan. Hambatan pertama yang kami alami setelah peresmian tanggal 27 Agustus 2006. pihak UPTD Dinas P dan K Kecamatan Takari, ketika itu dipimpin oleh Fredrik Babu (saat ini telah dilantik sebagai Camnat Fatuke’u) bertindak secara gegabah sehingga pada tanggal   16 September 2006, bersama dua orang staf pengawas menuju Taemaman dan melakukan pertemuan dengan guru, orang tua siswa SMP PLUS Sonaf Marthin yang dihadiri pula oleh Kepala SD GMIT No 54 Taemaman.

Dalam pertemuan itu, Kepala UPTD dengan sangat tegas melarang pihak SMP PLUS memanfaatkan gedung dan perabot SD GMIT No. 54 Taemaman, walaupun telah diberitahu bahwa kami telah mendapatkan rekomendasi dari Camat Takari dan  pihak Yupenkris. 

Semangat kami tidak surut dalam berhadapan dengan tantangan itu, kami terus berjuang, dan sebagai langkah awal kami melakukan terobosan dengan mengundang Bapak Drs. IA Medah, sebagai Bupati Kupang dan Ibu Ruth Nina Kedang, SE sebagai anggota DPR RI Komisi IX yang menangani bidang pendidikan untuk mengunjungi kami bersamaan dengan diadakannya perayaan Paskah tahun 2007.

Kehadiran kedua tokoh tersebut seakan meredam gejolak konflik yang terjadi antara kami dengan pemerintah desa dan masyarakat lainnya. Sebagai bukti, kami mendapatkan bantuan moril berupa seruan Bupati Kupang agar masyarakat membantu membuatkan gedung sekolah dan prasarana penunjang lainnya, serta bantuan sejumlah dana agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lancar.

Kapan Anda mengantongi izin operasional?

Pada tanggal 25 April 2008, Ibu Ruth Nina Kedang, SE memediasi kami untuk bertemu dengan Kasub Din PLS Propinsi NTT,  Ir. Marthen Dira Thome, untuk menjelaskan tentang apa yang kami lakukan di desa. Beliau meresponsnya dan menerbitkan Surat keputusan Izin Operasional melalui Sub Din PLS pada Dinas P dan K Kabupaten Kupang. 

Dengan demikian, lembaga pendidikan yang kami dirikan semula bernama SMP PLUS Sonaf Marthin berubah nama menjadi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “Sonaf Marthin.”  Dalam pelaksanaannya tidak ada satupun biaya yang kami pungut dari orang tua/wali siswa, artinya biaya pendidikan GRATIS. 

Pola pendidikan apa yang diterapkan!

Pola  karantina. Artinya, setiap peserta pendidikan Paket B usia 13 - 19 tahun wajib masuk asrama yang telah disiapkan. Dengan pendekatan  pola seperti ini diharapkan penerapan metode belajar mengajar lebih intensif baik pada aras teori maupun praktek.

Bahwa pola karantina ini juga bermaksud untuk mengubah mentalitas mereka. Sementara peserta paket B lainnya yang rata-rata telah berkeluarga tidak diasramakan. Kelas pembelajaran ditentukan berdasarkan konsentrasi permukiman penduduk, di mana para tutor secara bergiliran mendatangi dan mengajar kelompok-kelompok paket pada lokasi permukiman mereka. Ruang belajar para siswa paket yang berada di kompleks hanya pada lopo-lopo yang dibangun secara darurat, itupun atas swadaya penyelenggara. Para tutor dan siswa yang diasramakan. 

Proses pembelajaran mengutamakan keterampilan bidang pertanian dan peternakan, dimana dalam kompleks PKBM Sonaf Marthin, kami menyiapkan lahan sebagai tempat praktikum siswa dalam bidang pertanian tanaman hortikultura dan palawija. Ini kami sebut sebagai demplot. *

Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved