Pendekar Pendidikan Gratis
Adalah seorang figur bernama Marthinus Manoe. Dalam masa hidupnya pernah mengabdi sebagai guru pada desa terpencil, yakni Desa Tanini, Kecamatan Takari sejak tahun 1948 dan berakhir sebagai Penilik TK/SD di Kecamatan Amfoang Selatan tahun 1987.
Upaya apa yang Anda lakukan untuk menyikapi fenomena ini!
Kami merasa termotivasi menjadi motivator dan fasilitator untuk mengubah mental dan perilaku mereka melalui lembaga pendidikan. Bahwa lembaga pendidikan yang kami maksudkan bukan hanya sebuah lembaga yang menghasilkan out put atau kelulusan tetapi paling tidak mereka memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk menciptakan pekerjaan bagi diri sendiri.
Konsep ini kami angkat atas dasar pemikiran bahwa keberhasilan lembaga pendidikan bukan hanya terletak pada berapa banyak jumlah lulusan setiap tahun dari sekolah yang ada, tetapi lebih jauh yang harus diukur adalah berapa banyak out put (lulusan) yang mampu menciptakan pekerjaan secara mandiri setelah menamatkan pendidikan mereka. Alasannya, kalau hanya sekadar menamatkan pendidikan justru akan meningkatkan jumlah pengangguran.
Dengan demikian orang tua akan terus dibebani dengan biaya hidup. Bahwa ijazah yang mereka peroleh melalui pendidikan formal dan sifatnya umum secara langsung tidak berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Apakah ada bidang yang terabaikan untuk menciptakan SDM yang berkualitas?
Benar. Ada hal yang terabaikan dari pola pendidikan bagi masyarakat desa yakni keterampilan. Artinya melalui pendidikan mestinya mereka bukan hanya mendapatkan pengetahuan yang lebih tinggi tetapi harus disepadankan dengan peningkatan keterampilan. Untuk itulah bagi kami, adalah tepat jika masyarakat desa diberi pengetahuan dan keterampilan mulai pada aras sekolah lanjutan pertama. Dengan demikian konsep utama kami adalah membuka sebuah lembaga pendidikan yang memiliki nilai plus.
Berangkat dari dasar pemikiran dan konsep tersebut, kami mengirim surat kepada Kepala Desa Tanini tertanggal 7 Juli 2006. Tujuannya untuk melakukan sosialisasi program yang telah kami keluarga sepakati. Tanggal 14 Juli 2006 kami beberapa orang mewakili keluarga tiba di TaEmaman (salah satu wilayah dusun dari Desa Tanini) dan menemui unsur masyarakat termasuk kepala desa untuk melakukan sosialisasi.
Pola sosialisasinya?
Sosialisasi kami lakukan tiga kali berturut-turut, yakni di kantor desa, di gedung kebaktian Jemaat GMIT Elim TaEmaman, dan di rumah pribadi Kepala Desa Tanini, Anderias Tafetin. Disepakati pula bahwa tanggal 21 Agustus 2006 kami mendirikan sebuah sekolah lanjutan pertama yang diberi nama SMP PLUS Sonaf Marthin dan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Tanini.
Saat diresmikan dilakukan ibadat syukur dipimpin Ketua Majelis Jemaat ELIM Taemaman, Pdt Sefnat Opat. Juga hadir sebagian besar keluarga Manoe, kepala desa, Kepala SD GMIT No. 54 Taemaman, tokoh masyarakat, orang tua siswa, para siswa dan undangan lainnya. Sesudah acara ramah tamah dilanjutkan dengan penyerahan dua ekor sapi dari keluarga Manoe kepada Yayasan Pendidikan Sonaf Marthin yang ditandai dengan pemberian cap oleh Kepala Desa Tanini.
Kapan SMP Plus itu memulai kegiatan belajar mengajar?
Waktu belajar mengajarnya molor tidak sesuai dengan kalender pendidikan nasional. Ini terjadi karena ada pertimbangan bahwa saat itu masyarakat disibukkan dengan kegiatan menyongsong perayaan HUT ke-61 RI tingkat kecamatan yang berpusat di Desa Benu.
Hasil pertemuan Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Sonaf Marthin dengan Camat Takari tertanggal 3 Agustus 2006, secara lisan diperoleh informasi bahwa dari anak-anak usia sekolah di Desa Tanini yang tidak melanjutkan pendidikan di tingkat SLTP (putus sekolah) sebanyak 179 orang.
Jumlah ini merupakan angka yang cukup memrihatinkan karena pada umumnya mereka yang tidak melanjutkan pendidikan, langsung terjun dan bekerja sebagai petani untuk menopang kehidupan keluarga mereka. Bahwa mereka yang tidak melanjutkan pendidikan disebabkan oleh faktor lingkungan dan faktor ekonomi. Disadari bahwa secara genetika anak-anak desa telah memilki pengetahuan bawaan (bakat) di bidang pertanian dan peternakan (basic knowledge).
Fokus pembelajaran SMP Plus Sonaf Marthin pada bidang apa!