DPRD NTT: Mucikari Perusak Generasi Penerus

DPRD NTT mengecam mucikari yang beraktivitas selama ini yang merusak generasi penerus.

DPRD NTT: Mucikari Perusak Generasi Penerus
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Anggota DPRD NTT, Welem Kale 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - DPRD NTT mengecam mucikari yang beraktivitas selama ini yang merusak generasi penerus. Karena itu, mucikari itu harus diproses hukum sesuai UU yang berlaku.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD NTT, Welem Kale , Kamis (14/3/2019). Menurut Welem, mucikari yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda NTT harus diusut hingga tuntas.

"Mereka itu harus diproses sesuai UU yang berlaku. Kita minta jangan biarkan mereka itu berkeliaran karena merusak generasi penerus kita," kata Welem.

Sidang Putusan Kasus Korupsi Dana Desa, Kades Kakor Manggarai Divonis 2 Tahun 4 Bulan Penjara

Welem meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku-pelaku nya sehingga membuat unsur jera bagi yang lainnya.

"Kalau dapat bahwa seluruh jaringan-jaringan beserta pelacur yang ada. Semua harus diusut bila perlu semua yang terlibat prostitusi online diproses sesuai aturan hukum yang berlaku," katanya.

Bongkar Prostitusi Online, Mery Kolimon: Mucikari Jangan Jual Kemanusiaan

Dikatakan, jika tidak diproses sampai tuntas maka akan memberikan dampak yang sangat buruk bagi pertumbuhan generasi muda di NTT khususnya kota Kupang.

"Perlu kita semua mengalihkan opini masyarakat untuk berpikir dan berkreatif untuk mencari hidup dengan cara-cara yang positif bukan dengan cara-cara seperti itu," katanya.

Politisi NasDem NTT inu berharap agar Gereja lebih pro aktif dalam menjalankan tugas gerejawi sehingga perilaku dan karakter seperti itu jangan berkembang tapi dapat diatasi dari dalam jemaat atau kelompok paling kecil di dalam keluarga.

Anggota Komisi V DPRD NTT, Yohanes Rumat mengapresiaai kepolisian yang berhasil menangkap mucikari di Kota Kupang dan itu merupakan sebuah langkah maju.

"Kenapa, karena sejak dini penyakit sosial yang melibatkan anak gadis atau perempuan yang gemar akan laki-laki hidung belang bisa dibatasi pergerakannya, " kata Yohanes.

Dikatakan, dengan penangkapan dua mucikari itu, maka akan mencegah terjadinya perluasan jaringan prostitusi.

"Kita berharap para pelakunya bukan orang lokal NTT sehingga tidak meradang kemana mana di NTT. Profisiat kepada aparat yang tanggap terhadap penyakit sosial ini dan berikan sanksi setimpal mungkin atau proses hukum sampai tuntas," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved