Berita TTS

Bawaslu TTS Ancam Turun Paksa APK Dipasang tak Sesuai Zona di TTS

Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengancam

Bawaslu TTS Ancam Turun Paksa APK Dipasang tak Sesuai Zona di TTS
Pos Kupang.com/Dion Kota
APK Partai politik yang masih dalam keadaan tergulung dan diikat diletak dilantai kantor sekertariat KPU Kabupaten TTS 

POS KUPANG.COM. SOE -- Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengancam menurunkan secara paksa Alat Peraga Kampanye (APK) yang dipasang secara liar di wilayah Kabupaten TTS.

Tindakan tegas tersebut akan dilaksanakan setelah semua APK dibagikan KPU TTS ke semua parpol dan tim penghubung calon DPD dan Capres dan Cawapres.

Andhi Funu, yang ikut menyaksikan penyerahan APK, Senin (14/1/2019), mengakui, beberapa APK belum lengkap sehingga belum seluruh APK diserahkan kepada parpol. Hanya yang APK-nya sudah lengkap diserahkan.

Terkait jadwal penertiban APK, Andhi mengaku hingga saat ini Bawaslu TTS belum membuat jadwal penertiban karena masih menunggu seluruh APK diserahkan kepada parpol.

Setelah diserahkan, selanjutnya, Bawaslu TTS akan bersurat kepada parpol untuk menertibkan sendiri APK yang dipasang tidak sesuai zona dan aturan yang berlaku. Jika dalam waktu 1 kali 24 belum ditertibkan, Bawaslu akan berkoordinasi dengan Pemda TTS, dalam hal ini Satpol PP TTS, untuk melakukan penertiban.

" Dalam satu dua hari ke depan jika seluruh APK sudah diserahkan kepada parpol, baru kita bersurat kepada parpol untuk tertibkan APK para caleg yang dipasang tidak sesuai zona dan aturan yang berlaku. Kalau tidak dilakukan, baru kami (Bawaslu, Red) bersama Satpol PP melakukan penertiban," tegasnya.

APK Masih Menumpuk
APK milik calon anggota DPD RI, pasangan calon presiden dan wakil presiden serta APK partai politik belum semuanya diambil tim penghubung. Saat ini, APK tersebut masih menumpuk di Kantor Sekretariat KPU TTS setelah tiba di tempat itu beberapa hari lalu.

Ketua KPU TTS, Santi Soinbala, mengatakan, hingga saat ini baru beberapa APK yang diambil tim penghubung. Ia mengaku sudah menghubungi tim penghubung guna mengambil APK yang sudah tiba di Sekertariat KPU, tetapi hingga saat ini baru beberapa APK yang diambil.

"Kita sudah hubungi tim penghubung untuk ambil ambil APK- nya, tetapi yang datang ambil baru beberapa. Jadi, kita tunggu saja, kalau ada yang datang amil kita layani," ungkap Santi.

Dirinya merincikan, setiap anggota DPD mendapatkan 10 APK, pasangan calon presiden 10 APK dan parpol mendapat 26 APK yang terdiri dari spanduk dan baliho. Untuk ukuran APK setiap parpol sama sesuai dengan kesepakatan bersama. Nantinya, APK yang dibagikan akan dipasang sesuai zona yang telah ditentukan.

"Usai diambil, nantinya APK tersebut dipasang sendiri oleh tim penghubung sesuai zona yang ditentukan. Kalau tidak sesuai zona, akan ditertibkan teman-teman dari Bawaslu," tegas Santi. (din)

Penulis: Dion Kota
Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved