Berita Kabupaten Lembata Terkini
Amrin Sebut Siswa SMATER Lembata Luar Biasa
Para siswa/siswi SMAS Frater Don Bosco Lewoleba, Kabupaten Lembata, luar biasa.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Para siswa/siswi SMAS Frater Don Bosco Lewoleba, Kabupaten Lembata, luar biasa. Meski belajar di sekolah umum tapi mereka memiliki jiwa wirausaha yang luar biasa. Ini tak terlepas dari manajemen sekolah yang juga sama luar biasanya.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala UPT Wilayah 6 Kabupaten Lembata, Amrin W, saat memberikan sambutan pada acara Bazar Kewirausahaan dan Pentas Seni SMAS Frater Don Bosco Tahun 2018, di halaman sekolah itu, Rabu (19/12/2018).
Acara tersebut dihadiri Manajemen Yayasan Don Bosco Manado Perwakilan Lembata, Frater Yonas, CMM serta orang tua/wali siswa/siswi. Acara tersebut demikian meriah karena peserta didik menampilkan band SMATER, tarian, juga lagu-lagu.
• Tahun 2019, PT Flobamor Target Laba Rp 3 Miliar
Dikatakannya, di Kabupaten Lembata, hanya SMATER Don Bosco yang mendapatkan alokasi dana dari APBN senilai Rp 100 juta untuk program kewirausahaan. Kepercayaan pemerintah pusat ini, ternyata diejawantahkan secara baik melalui 3 dari 4 program kewirausahaan yang ditawarkan.
Bukti pelaksanaan program kewirausahaan dari Kementerian Pendidikan itu terlihat dalam Bazar Kewirausahaan yang dirangkaikan dengan Pentas Seni oleh para peserta didik ini.
• WALHI Nilai SK Moratorium Tambang Tidak Selaras dengan Janji Politik Gubernur NTT
"Itulah sebabnya, kita perlu memberi apresiasi atas apa yang dicapai sekolah ini. Meski anak-anak belajar di sekolah umum, tapi mereka ternyata mampu memperlihatkan jiwa kewirausahaan melalui aneka kerajinan yang dibazarkan saat ini. Ini benar-benar luar biasa," ujarnya.
Ia mengatakan, produk kewirausahaan siswa/siswi SMATER Don Bosco ini, patut dibanggakan karena cukup beragam. Tapi alangkah baiknya bila produk yang dihasilkan itu diutamakan pula kualitasnya. Ini patut diperhatikan karena produk tersebut akan bersentuhan dengan pasar. Jika kualitas produk bagus, maka barang yang dihasilkan pasti dibeli konsumen.
Ia mengatakan, pihaknya sungguh berbangga atas apa yang dihasilkan sekolah tersebut. Kebanggaannya itu lebih pada kemampuan manajemen sekolah dalam mengaplikasikan program kewirausahaan yang telah berjalan selama dua tahun terakhir. Apalagi para guru dan siswa pun seiring sejalan untuk hal tersebut.
"Tapi saya perlu sampaikan bahwa SMATER Don Bosco ini merupakan salah satu sekolah unggulan di Lembata. Keunggulannya terlihat di semua bidang, sehingga seluruh orang tua/wali perlu memberikan dukungan atas apa yang dilakukan sekolah ini. Dukungan orang tua/wali sangat berarti bagi akselerasi sekolah ini ke depan," ujarnya.
Disaksikan POS-KUPANG.COM, Rabu (19/12/2018), produk yang dihasilkan para siswa itu sangat beragam. Ada vas bunga, karya olahan daur ulang sampah, sandal jepit bermotif kain tenun ikat Lembata, tempat buah, aneka jenis makanan, produk hasil pertanian, desain grafis dan masih banyak lagi.
Harga barang ekonomi kreatif itu pun relatif terjangkau. Alhasil, orang tua/wali siswa yang hadir dalam acara itu pun ramai-ramai berbelanja. Mereka berbelanja dengan gembira
karena yang dibeli adalah karya anak-anak. Dan, barang-barang yang dibazarkan pun laris manis. (