Berita NTT Terkini

Tahun 2019, PT Flobamor Target Laba Rp 3 Miliar, Ini Rencana Strateginya

PT Flobamor, perusahaan milik Pemerintah Provinsi NTT menargetkan laba Rp 3 miliar tahun 2019 mendatang.

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Adiana Ahmad
Plt. Dirut PT. Flobamor, Agustinus Zadriano Bokotei (kanan) dan Direktur Operasional, Budhy S.Karsidin (kiri). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - PT Flobamor dengan kepengurusan yang baru langsung tancap gas. Selain membukukan laba tahun 2018 senilai Rp 500 juta, pada tahun 2019 perusahaan milik Pemerintah Provinsi NTT ini menargetkan laba Rp 3 miliar.

Plt .Direktur Utama PT Flobamor, Agustinus Zadriano Bokotei, dalam konftensi pers di Kantor PT Flobamor, Rabu (19/12/2018), mengatakan, untuk mencapai target-target yang ada pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi, antara lain; melakukan efisiensi biaya, fokus ke bisnis core yakni pengelolaan tiga kapal perintis, diversifikasi usaha.

Zadriano mengungkapkan, strategi itu sesungguhnya mulai diterapkan sejak mereka dilantik. Dan, terbukti pada tahun 2018 ini PT Flobamor berhasil membukukan laba Rp 500 juta.

WALHI Nilai SK Moratorium Tambang Tidak Selaras dengan Janji Politik Gubernur NTT

"Laba itu sudah ada dan siap disetor ke Pemerintah Provinsi NTT," kata Zadriano.

Ia menjelaskan, langkah-langkah strategis yang mereka lakukan dalam tiga bulan setelah dilantik, pertama, melakukan efisiensi biaya yang meliputi penyederhanaan susunan pengurus dari 6 orang dewan komisaris dan direksi menjadi 4 orang serta restrukturisasi karyawan sehingga berdampak pada beban biaya gaji dan perusahaan bisa saving sekitar Rp 35 juta.

HUT ke-60 NTT, Ini Permintaan Wakil Ketua DPRD NTT

Mengurangi biaya perjalanan dinas akibat restrukturisaai direksi dan karyawan dari Rp 65 juta per bulan menjadi Rp 25 juta per bulan.

Efisienai jumlah hari dan biaya perjalanan dinas sebelumnya dan selektif namun tetap efektif.

Renegosiasi rate premi asuransi kapal menjadi turun namun memberikan coverage dan manfaay lebih luas.

Renegosiasi rencana docking kapal untuk mendapatkan perbaikan yang tepat berdasarkan skala prioritas, harga yang lebih kompetitif dan tentunya dengan mengedepankan aspek keselamatan. Penyelesaian kewajiban tunggakan pajak yang belum diselesaikan.

Kedua, menghentikan sementara operasional empat anak perusahaan dan satu koperasi karyawan yang menyimpang dari core bisnis dan tidak memberikan kontribusi terhadap perusahaan induk.

Ketiga, mengubah siatem pembayaran gaji karyawan dari pembayaran tunai atau cash basis dengan system payroll melalui bank sehingga tepat waktu.

Keempat, melakukan penagihan atas piutang ke pihak ketiga dengan intensif yang sebelumnya tidak ditindaklanjuti.

Kelima, perubahan sistem pembayaran semula cash basis dengan cash management syatem (CMS) banking kerja sama dengan Bank NTT dan BRI sehingga semua transaksi keuangan bisa ditelusuri dan laporan keuangan dapat disajikan secara wajar dan transparan.

Keenam, pengaturan kembali ketentuan besaran biaya perjalanan dinas dengan tarif lebih rendah dari sebelumnya. Ketujuh, menindaklanjuti hasil temuan audit Financial Due Dilligent dan berkoordinasi dengan BPKP untuk dilakukan audit.

Kedelapan, pendapatan tahun 2017 sebesar Rp 16,9 miliar dan tahun 2018 ditargetkan mencapai Rp 20 miliar atau meningkat 30 persen dari tahun 2017.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved