Berita Kota Kupang
Walikota Kupang Akan "Sikat" Semua Lokalisasi
Walikota Kupang, Jefirston Riwu Kore, berencana "menyikat" semua tempat lokalisasi yang ada di Kota Sepe ini.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Walikota Kupang, Jefirston Riwu Kore, berencana "menyikat" semua tempat lokalisasi yang ada di Kota Sepe ini.
Pemkot Kupang telah melakukan diskusi dengan pihak keamanan dan tokoh-tokoh agama, dan menyatakan bahwa penutupan lokalisasi di Kota Karang ini merupakan satu langkah yang harus dijalankan.
"Penutupan ini tak hanya untuk Karang Dempel (KD). Tapi untuk semua lokalisasi, termasuk tempat pijit tradisional (pitrad) yang secara terselubung melakukan transaksi seks," ujar Jefri sewaktu melakukan jumpa pers di Gedung Walikota Kupang, Selasa (30/10/2018).
Baca: Pemkab TTU Diminta Segera Membayar Honor 525 Tenaga Kontrak
Baca: Pernyataan Ayub Titu Eki Dinilai Salah Alamat
Baca: Enam Orang Calon TKI Dicekal di Bandara El Tari Kupang, Ini Fakta yang Ditemukan Satgaspam Bandara
Baca: Kapolres Indera Gunawan Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra
Dirinya menambahkan, diskusi yang mereka lakukan itu, bukan menyangkut perihal setuju atau tidak setuju dengan kebijakan ini.
Tetapi, katanya, menyangkut solusi yang harus diambil mengantisipasi penutupan lokalisasi.
"Jadi diskusi yang kita lakukan itu ialah mencari solusi. Karena tempat-tempat lokalisasi sudah pasti akan ditutup," terangnya.
Jefri mengatakan, penutupan lokalisasi ini sudah menjadi komitmennya.
"Walau nanti banyak yang tidak setuju, tapi kita akan melakukan penutupan," jelasnya.
Langkah ini, aku Jefri, tentu memiliki dampak. Sesuai penjelasannya, ada dua dampak yang terjadi dengan penutupan lokalisasi ini.
"Pertama itu dampak ekonomi, kedua dampak moral. Kalau ditutup, secara ekonomi akan mengalami kendala. Kalau tidak ditutup, akan berdampak pada moral masyarakat. Tapi kita sudah memutuskan untuk menyelamatkan moral," ujarnya.
Karena itu, Pemkot telah memikirkan solusi yang tepat dari sisi ekonomi untuk para WPS (Wanita Pekerja Seks), jika lokalisasi itu ditutup.
"Kami akan bertemu dengan para WPS dan menanyakan keinginan mereka. Dan kita akan fasilitasi," katanya.
Jefri menambahkan, ada suara sangsi dari masyarakat, bahwa para WPS akan berkeliaran di Kota Kupang jika tempat prostitusi itu dihilangkan.
"Itu urusan lain lain. Sekarang ini kita urus tutup dulu," tegasnya.(*)