Berita Kabupaten Kupang

Operasional Bendungan Raknamo Setelah Selesai Masa Pemeliharaan

Pengoperasian Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang baru bisa dilakukan setelah selesai masa pemeliharaan oleh kontraktor pelaksana

Operasional Bendungan Raknamo Setelah Selesai Masa Pemeliharaan
ISTIMEWA
Kepala Seksi Pelaksanaan BWS NT II Provinsi NTT, Costandji Nait, ST, MT

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kanis Jehola

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pengoperasian Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang baru bisa dilakukan setelah selesai masa pemeliharaan oleh kontraktor pelaksana. Sesuai ketentuan, masa pemeliharaan berlangsung selama 2 tahun.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Pelaksanaan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS NT) II Provinsi NTT, Costandji Nait, ST, MT kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (16/8/2018).

Penjelasan ini menjawab pertanyaan kapan resmi beroperasinya Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang setelah dimulainya pengisian bulan Februari 2018.

Baca: Kemenlu Mengajar Murid SMA Suria Atambua

"Kalau mau tanya kapan resmi beroperasinya bendungan itu, perlu saya jelaskan bahwa itu (operasional) baru bisa dilakukan setelah masa pemeliharaan selesai. Dan masa pemeliharaan itu berlangsung selama 2 tahun," katanya.

Kondisi Bendungan Raknamo saat ini.
Kondisi Bendungan Raknamo saat ini. (ISTIMEWA)

Dikatakannya, penutupan atau pengisian bendungan itu bulan Februari 2018 lalu dilakukan saat pekerjaan bendungan itu belum selesai. Walaupun untuk konstruksi bangunan besarnya sudah selesai, namun masih ada pekerjaan kecil yang harus diselesaikan.

Baca: ASN Berprestasi dan Inovatif

"Saat ini tim kita (Balai) masih melakukan pemeriksaan pekerjaan-pekerjaan itu, apakah masih ada yang kurang atau tidak. Kalau sudah lengkap, apakah masih ada yang retak atau tidak. Jika semua item pekerjaan sudah lengkap sesuai spek, maka dilakukan penyerahan tahap pertama (PHO/Provisional Hand Over). Mudah- mudahan dapat dilakukan setelah 17 Agustus ini," kata Costandji.

Dijelaskannya, masa pemeliharaan itu baru dihitung sejak dilakukan PHO hingga 2 tahun ke depan. Selama masa pemeliharaan itu, rekanan pelaksana proyek akan terus memantau kerusakan-kerusakan dan memperbaikinya kalau ditemukan ada kerusakan.

"Itu sebabnya juga maka orang yang ingin berwisata ke sana kita batasi. Sebab jangan sampai merusak fasilitas disana selama masa pemeliharaan. Kan kasihan juga rekanannya nanti," katanya. (*)

Penulis: Kanis Jehola
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved