Ini yang Ditemui oleh Tim Gabungan Saat Razia Penginapan dan Kos-Kosan di Labuan Bajo Tadi Malam

Ditemukan juga penghuni kos yang tidak memiliki surat keterangan domisili, khususnya warga yang tinggal sementara di kota pariwisata itu.

Ini yang Ditemui oleh Tim Gabungan Saat Razia Penginapan dan Kos-Kosan di Labuan Bajo Tadi Malam
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Suasana saat tim gabungan razia di Labuan Bajo tadi malam.

Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Tiga tim gabungan, terdiri dari kepolisian, TNI dan Brimob, melakukan razia kos-kosan dan penginapan di kota Labuan Bajo, tadi malam mulai pukul 19.00 Wita sampai 22.00 Wita.

Di beberapa lokasi, seperti Kampung Tengah dan Gorontalo, tim gabungan menemukan warga yang tidak dikenali oleh Ketua RT nya walaupun mereka memiliki KTP luar.

Beberapa penghuni kos lainnya tidak memiliki KTP.

Selain itu, ditemukan juga penghuni kos yang tidak memiliki surat keterangan domisili, khususnya warga yang tinggal sementara di kota pariwisata itu.

Pasangan kumpul kebo juga ditemukan tinggal bersama di satu kamar kos.

Baca: Lihat Deretan Foto Wajah Para Guru Kober yang Dibayar Rp 100 Hingga 200 Ribu Perbulan

Baca: Luar Biasa! Meskipun Gaji 100 hingga 200 Ribu Perbulan Guru-Guru Kober ini Tetap Semangat

Kos-kosan dan penginapan yang didatangi tim gabungan, antara lain di Kampung Ujung, Kampung Tengah, Wae Mata, Pasar Baru, dan Gorontalo.

Kapolres Mabar AKBP Julisa Kusumowardono, SIK, saat apel penutup operasi itu di halaman Markas Polres Mabar, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk meminimalisir adanya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Jangan sampai ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan situasi saat ini," kata Julisa.
Operasi malam itu turut dihadiri Ketua RT masing-masing untuk membantu tim gabungan mengecek warga-warganya.

Baca: Antisipasi Terorisme di NTT- Perlu Ada Satgas di Semua Pintu Masuk

Baca: Meskipun Seperti Kandang Ayam, Pengajar Kober Tunas Baru Tetap Semangat Untuk Mengajar

Di RT 22 RW 06 Kelurahan Labuan Bajo, beberapa warga baru, penghuni kos-kosan milik Fadli Yusuf tak dikenali Ketua RT.

"Semuanya tidak melapor ke saya. Biasanya tiga bulan sekali harus melapor. Saya kan kasi surat domisili sementara itu pertiga bulan," kata Ketua RT 22 Ruslan Afendi.

Polisi saat itu memberikan peringatan kepada warga yang tanpa identitas atau tanpa memiliki surat domisili sementara.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved