TOPIK
Berita Desa Goreng Meni
-
Camat Lamba Leda Albertus Rangkak Resmikan Pembukaan Jalan Baru di Desa Goreng Meni
-
Ada siswa di SMPN 10 Lamba Leda melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di bawah pohon karena tak memiliki gedung sekolah sendiri.
-
Penderitaan siswa SMPN 10 Lamba Leda yang belajar dibawah pohon diatasi Kemdiknas RI dengan mengalokasikan dana Rp 1,2 miliar guna membangun ruangan
-
siswa SMPN 10 Lamba Leda yang belajar di bawah pohon karena ketiadaan ruangan kelas sudah mulai belajar di ruangan kelas darurat.
-
Camat Lamba Leda, Aleksius Rahman mengungkapkan, nasib SMPN 10 Lamba Leda di Desa Goreng Meni,
-
Mempercepat pembangunan USB SMPN 10 Lamba Leda di Desa Goreng Meni, Dinas P dan K Matim serta pihak sekolah kebut mengirimkan data sekolah pendukung.
-
Namun,Mustari meminta pemerintah pusat akan membangun tahun ini tapi perlu dilengkapi data siswa dan status tanah.
-
Yang terpenting sekarang ruangan kelas darurat harus dibangun agar siswa kelas satu dan dua belajar dalam ruangan.
-
Dra. Fredrika Soch,M.Pd, menyatakan tahun 2018 ini tidak ada dana pembangunan ruangan kelas baru karena ada kebijakan dari pemerintah pusat.
-
Sejak bulan Maret 2017 sebanyak 64 siswa-siswi kelas satu dan dua SMP Negeri 10 Lamba Leda di Kecamatan Lamba Leda, belajar di bawah pohon.
-
Kades Goreng Meni, Aleksius Talis, mengatakan, butuh pembenahan infrastruktur di desa yang dipimpinnya, seperti jalan, air dan listrik.
-
Kondisi bangunan yang sudah tua awalnya jadi tempat penimbangan anak atau posyandu. Namun sejak Maret. 2017 jadi kantor sekolah.
-
Saya sebagai camat akan membuat laporan kepada Bupati Matim dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Matim.
-
Keluhan tentang nasib siswa dan guru di sekolah tersebut, disampaikan beberapa orang guru kepada Pos Kupang, Rabu (28/2/2018).
-
Kepala dinas P dan K kabupaten Matim, Frederika Soch menyampaikan hal ketika dikonfirmasi Pos Kupang di ruang kerjanya, Kamis (9/3/2017)
-
Sebanyak 16 orang warga di desa Goreng Meni kecamatan Lamba Leda kabupaten Manggarai Timur (Matim) tidak bersekolah namun memperoleh kartu Indonesia
-
Talis mengaku, bahwa dirinya sebagai kepala desa setempat juga meski menerima KIP tersebut tapi tidak mengetahui siapa identitas pembagi kartu itu