Selebrasi Piala Dunia di NTT
Kelimbape
Berselang tiga jam kemudian, Lionel Messi seolah memberi tahu sang penerus bahwa usia bukan halangan
Penulis: Dion DB Putra | Editor: Edi Hayong
Catatan Sepak Bola Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM - Jika tuan dan puan jalan-jalan ke wilayah Lio, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, niscaya akan menemukan banyak nama kampung atau desa yang mirip. Umumnya berbalut kata "Wolo".
Sebut misalnya Kampung Wolonio, Wolowuwu, Wolobheto, Wololele, Wolowiro, Wolowaru, Wolofeo, Wolojita, Wolosoko, Wolomuku, Wolokoli, Wologai, Wolopau, Wolotopo atau Wolotolo.
Dua nama terakhir lumayan populer di Ende dan NTT. Wolotopo merupakan desa wisata di pesisir selatan Pulau Flores, berjarak kira-kira 12 km dari Kota Ende.
Sedangkan posisi Wolotolo sejauh 21 km dari Kota Ende. Desa ini terkenal berkat lokasi wisata unik yaitu belut sakral yang mereka sapa sebagai Mamo (nenek).
Wolo dalam bahasa Lio artinya bukit, ketinggian 200 hingga 50 meter di atas permukaan laut (mdpl). Jadi kampung bernama Wolo hampir pasti berada di panggul, punggung, lereng atau puncak bukit. Bisa juga kampung tersebut dikelilingi perbukitan hijau nan indah.
Baca juga: Pemanasan ala Jerman
Sinonim Wolo dalam bahasa Lio adalah Keli. Keliwolo, begitu cara orang Lio bertutur melukiskan daerah perbukitan dan gunung gemunung.
Namun, Keli lazim dipakai untuk gunung. Misalnya Kelimutu, gunung tersohor hingga ke ujung bumi sejak berabad-abad yang lalu.
Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung setinggi 1.639 mdpl tersebut memiliki tiga danau kawah dengan warna berbeda di puncaknya.
Warna utama danau merah, biru, dan putih. Namun, warna danau triwarna Kelimutu selalu berubah-ubah seiring iklim dan bergulirnya waktu. Gunung berapi jenis Stratovolcano ini erupsi terakhir pada tahun 1886.
Kelimutu merupakan satu di antara destinasi wisata favorit di Flores selain Labuan Bajo, Taman Nasional Komodo dan Waerebo. Banyak wisatawan dalam dan luar negeri yang datang dan pergi.
Berbeda dengan Wolo, kampung berbalut nama Keli tidak banyak di wilayah Ende Lio. Hanya ada beberapa. Misalnya kampung Kelisamba dan Kampung Kelimbape. Posisi kampung itu rata-rata berada di atas 600 mdpl.
Kelimbape merupakan kampung cilik di Desa Liabeke, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende. Jaraknya kira-kira 80 km dari Kota Ende atau 60 km dari Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.
Lalu apa arti mbape? Mbape dalam bahasa setempat merupakan nama tanaman pangan yang masuk familinya sorgum. Hanya belakangan ini "mbape" semakin sulit ditemukan.
"Sudah langka, bahkan mungkin hampir punah karena tidak dibudidayakan secara baik," kata tokoh masyarakat Lio, Eman Bata Dede, Rabu 17 Juni 2026.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-bola-sepak-02.jpg)