Selebrasi Piala Dunia di NTT
Pemanasan ala Jerman
Ada yang bilang Australia menumpas Türkiye. Tapi beta kira level Türkiye (dulu Turki) memang jauh menurun sepuluh tahun terakhir
Penulis: Dion DB Putra | Editor: Edi Hayong
Pemanasan ala Jerman
Catatan Sepak Bola Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM - Belum ada kejutan berarti sampai hari keempat FIFA World Cup 2026, hingga berakhirnya duel tim-tim grup A sampai F.
Ada yang bilang Australia menumpas Türkiye. Tapi beta kira level Türkiye (dulu Turki) memang jauh menurun sepuluh tahun terakhir.
Sebaliknya Ausie makin menjulang perkasa setelah masuk konfederasi Asia sejak 1 Januari 2006.
Waktu melawan Türkiye, Matheus Du, kawan kelas saya mengaku tidak suka melihat anak-anak dari Negeri Kanguru bergaya parkir bus.
"Mereka tidak berani menyerang. Cara main Australia membosankan," kata si kawan yang lahir di Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Baca juga: Wali Kota Kupang Akan Siapkan Fasilitas Nobar Piala Dunia, Dukung Brasil di Ajang Bergengsi Dunia
Mau bilang apa, kaka. Demikianlah satu di antara taktik main bola sepak yang halal. Mau parkir bus silakan, mau serang sebuas-buasnya pun oke.
Brasil grogi hingga banyak salah passing. Maroko yang masuk empat besar di Qatar 2022 tampak superior. Tim Samba belum tentu kampiun Grup C. Sebagian pemujanya bilang tim asuhan Carlo Ancelotti kehilangan sentuhan magis.
Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko tampil asyik pada laga perdana di rumah sendiri. Entah laga kedua dan terakhir grup.
Raja Asia, Korea Selatan berada di trek yang benar setelah membekap Republik Ceko 2-1. Korea jadi pesaing terberat Meksiko di Grup A. Sejauh ini sih tim-tim Zona Asia trengginas. Belum ada yang keok.
Fans Jerman bilang tim kesayangannya baru pemanasan di Grup E. Curacao bukan lawan sepadan. Musuh sesungguhnya adalah Pantai Gading dan Ekuador.
Pantai Gading telah punya modal pokok. Mereka koleksi 3 poin sesudah menekuk Ekuador 1-0 lewat gol larut, datang menjelang peluit panjang wasit berbunyi.
Laga paling menggetarkan sejauh ini setidaknya tersaji di Grup F, kala Belanda kontra Jepang. Pertandingan tersebut sungguh menghibur.
Setelah agak membosankan selama 45 menit tanpa gol, tiba-tiba mereka menghadirkan drama menegangkan di babak kedua. Mereka pakai ilmu berbalas pantun ketika mencetak gol. Skor akhir 2-2.
Di Dallas Stadium, Belanda unggul lewat tandukan Virgil van Dijk di menit ke-51. Eh enam menit kemudian Jepang menyamakan skor hasil tembakan jitu Keito Nakamura.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-bola-sepak-02.jpg)