Rote Ndao Terkini
Bupati Rote Ndao Pimpin Panen Raya Sorgum di Desa Daiama
Pemerintah daerah, kata Paulus, terus mendorong perluasan budidaya sorgum untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A - Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus memperkuat pengembangan sorgum sebagai komoditas pangan unggulan daerah.
Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Panen Raya Sorgum, pembelian simbolis hasil panen oleh offtaker, gerakan revitalisasi kelompok tani dan gerakan tanam sorgum tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk didampingi Wakil Bupati Apremoi Dudelusy Dethan.
Turut hadir Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nikson Balukh, Camat Landu Leko Daniel Bolla, Kepala Bank NTT KC Rote Ndao, Ade Ronny Oematan, Kepala Desa Daiama Heber Ferroh, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, diaspora Rote Ndao dan mitra pengembangan sorgum.
Baca juga: Opini: Dari Miangas hingga Rote, Kita Bersorak untuk Dunia Bukan untuk Indonesia
Rangkaian kegiatan diawali dengan panen bersama di lahan Kelompok Tani Sepakat, Desa Daiama, yang kemudian dilanjutkan dengan pembelian simbolis hasil panen oleh pihak offtaker sebagai bentuk dukungan terhadap pemasaran hasil produksi petani.
Dalam kesempatan itu, Bupati Paulus Henuk menyampaikan apresiasi kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, diaspora dan mitra yang telah berperan dalam pengembangan sorgum di daerah tersebut.
Ia menuturkan, sorgum menjadi salah satu komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
"Pengembangan sorgum sejalan dengan visi pembangunan daerah Transformasi Rote Ndao dalam Bingkai Ita Esa serta program prioritas Mbule Lima (Rote Ndao Bertani)," kata Paulus, Jumat (12/6/2026).
Bagi dia, sorgum memiliki keunggulan adaptif terhadap perubahan iklim, bernilai gizi tinggi, rendah gula dan bebas gluten, sehingga berpotensi menjadi alternatif pangan lokal sekaligus bahan baku pakan ternak.
Pemerintah daerah, kata Paulus, terus mendorong perluasan budidaya sorgum untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan tidur dan pekarangan untuk meningkatkan produksi sorgum.
Paulus lalu mendorong pengembangan produk turunan bernilai tambah seperti beras sorgum, tepung, biskuit, sirup, gula sorgum hingga bioetanol.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kemitraan antara petani, pemerintah daerah, diaspora, yayasan dan offtaker untuk menjamin kepastian pasar hasil produksi.
Dalam kesempatan tersebut, Paulus turut mengapresiasi dukungan Diaspora Rote Ndao, Yayasan Sorgum Sejahtera Foundation (SSF) serta Sorgum Oma Joan (SOJ) yang telah melakukan pembelian hasil panen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Panen-Sorgum-di-Landu-Leko-Rote-Ndao.jpg)