Sabtu, 30 Mei 2026

Manggarai Timur Terkini

Arnoldus Rador Peternak Sapi di Manggarai Timur Raih Omset Puluhan Juta Rupiah 

Arnoldus menyatakan syukur dan berterima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Dinas Peternakan Provinsi NTT dan Dinas Peternakan Matim

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
PETERNAK SAPI - Arnoldus Rador, perternak sapi asal Kampung Cepi Watu, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. 

Selama ini sapi-sapi peliharaanya itu tidak diperdagangkan ke luar daerah, namun hanya untuk kepentingan mendukung kebutuhan daging sapi di Kabupaten Matim sendiri. 

"Selama ini saya tidak jual keluar daerah, tetapi saya hanya potong dan dijual di wilayah ini saja, hanya untuk mendukung kebutuhan daging sapi di daerah ini saja, termasuk dibeli oleh pak Presiden Prabowo," ungkapnya.

Menurut Arnoldus Rador, ia memelihara ternak sapi dengan baik untuk kepentingan bisnis dan juga sebagai bagian dari motivasinya kepada masyarakat atau peternak lainnya di Matim. 

Bagi Arnoldus Rador , perawatan yang baik tentu akan menuai hasil yang memuaskan. Tidak harus mengadakan ternak sapi dari luar daerah, jika ada ternak sapi yang layak di Matim. Hal ini agar keuntungan dalam hal ini perputaran uang tidak di luar daerah, tetapi bermanfaat bagi masyarakat lokal sendiri.  (rob)

 

Dinas Peternakan Bangga

KEPALA Dinas Perternakan Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Sistus Mbalur, bangga karena DUA ekor sapi bantuan Presiden untuk Idul Adha dibeli dari peternak lokal DI mATIM.

Dua ekor sapi tersebut sudah layak untuk jadi hewan kurban, karena sudah melalui proses pemeriksaan kesehatan baik luar maupun dalam. 

Sistus menerangkan, dua ekor sapi tersebut yakni jenis Limosin juga sapi bali jenis lokal. "Kalau kita rawat dengan baik, sapi lokal juga bisa bobotnya besar seperti tahun lalu bobotnya mencapai 750 kg," ujar Sistus Mbalur

Karena itu, Sistus Mbalur memberikan motivasi kepada para peternak atau masyarakat Matim lainnya untuk bisa giat memilihara ternak sapi dan rutin merawatnya dengan baik.

Selain itu, juga mesti melakukan perkawinan silang melalui program IB yang bisa berdampak pada peningkatan harga. Dengan menjaga kualitas ternak sapi maka Matim bisa menjadi Kabupaten ternak. 

"Harus belajar dari Pak Arnoldus, beliau rutin dan merawatnya dengan baik sehingga dua ekor sapinya dibeli oleh bapak Presiden, begitu juga tahun lalu. Jangan berpikir bahwa kami pemerintah ada sesuatu dengan pak Arnol, tetapi ini murni karena hanya ternak sapi miliknya yang layak mulai dari kesehatan dan bobot sapi itu sendiri sudah layak sesuai ketentuan dari Sekertariat Kepresidenan," ungkap Sistus Mbalur.

Sistus Mbalur meminta agar peternak sapi di Matim bisa bersaing dengan baik untuk merawat ternaknya. Apalagi potensi lahan Matim masih luas dan pakan ternak seperti rumput juga tersedia dengan baik pula.

“Dengan demikian, harga jual pasti fantastis,” kata Sistus Mbalur(rob) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved