Sabtu, 30 Mei 2026

Manggarai Timur Terkini

Arnoldus Rador Peternak Sapi di Manggarai Timur Raih Omset Puluhan Juta Rupiah 

Arnoldus menyatakan syukur dan berterima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Dinas Peternakan Provinsi NTT dan Dinas Peternakan Matim

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
PETERNAK SAPI - Arnoldus Rador, perternak sapi asal Kampung Cepi Watu, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. 
Ringkasan Berita:
  • Arnoldus menyatakan syukur dan berterima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Dinas Peternakan Provinsi NTT dan Dinas Peternakan Matim, karena telah membeli dua ekor sapi saat kurban Idul Adha 1447 H tahun 2026.
  • Pengusaha Warung Makan Sahabat itu, mengatakan, dua ternak sapi yang dibeli Presiden Prabowo itu yakni sapi lokal jenis Bali berusia lima tahun dengan bobot 545 kg, seharga Rp 48 juta. 
 

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Arnoldus Rador, perternak asal Kampung Cepi Watu, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), meraih omset puluhan juta rupiah berkat Hari Raya Idul Adha 1447 H Tahun 2026.

Dua ekor sapi peliharaan milik Arnoldus, dibeli presiden RI Prabowo Subianto untuk hewan kurban Idul Adha. Ternak dimaksud diberikan untuk umat di masjid Al Hidayah Nanga Lanang, Desa Bea Ngencung, Kecamatan Ranamese, Matim.

Ketika ditemui Pos Kupang di kediamannya, Kamis (28/5), Arnoldus Rador menyatakan syukur dan berterima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Dinas Peternakan Provinsi NTT dan Dinas Peternakan Matim, karena telah membeli dua ekor sapi miliknya saat kurban Idul Adha 1447 H tahun 2026.

Pengusaha Warung Makan Sahabat itu, mengatakan, dua ternak sapi yang dibeli Presiden Prabowo itu yakni sapi lokal jenis Bali berusia lima tahun dengan bobot 545 kg, seharga Rp 48 juta.

Sedangkan satu ternak sapi lainnya jenis limosin berusia dua tahun dengan bobot 560 Kg dibrandol dengan harga Rp 46 juta. 

"Memang ada satu ekor sapi yang lebih besar lagi namun belum mencapai bobot yang ditentukan, sehingga akhirnya dua ekor sapi ini yang dibeli untuk diserahkan di masjid Nanga Lanang. Terima kasih untuk Bapak Presiden Prabowo dan pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi NTT," ungkap Arnoldus Rador

Arnoldus Rador menjelaskan, tahun sebelumnya ternak sapinya juga dibeli presiden untuk kepentingan hewan kurban Idul Adha. 

Arnoldus Rador menjamin bahwa ternak sapinya dibeli bukan karena ada kepetingan lain, tetapi karena memang sapinya layak dibeli karena memenuhi syarat yang ditentukan oleh Sekertariat Kepresidenan. 

"Jadi jangan bilang kenapa saya punya sapi saja yang dibeli untuk hewan kurban Idul Adha dari pak Presiden. Tetapi karena memang sapi saya sudah melalui proses dan sudah memenuhi syarat yang ditentukan. Sehingga jangan bilang saya ada kepentingan lain dengan pemerintah. Kalau Dinas Perternakan buat kontes sapi silahkan, pasti saya punya yang bagus," tegas Arnoldus Rador.

Arnoldus Rador mengisahkan, dia mulai berternak sapi sejak tahun 2014 dan kini telah memperkerjakan 7 sampai 8 orang karyawan untuk merawat ternak sapi tersebut. Sapi-sapi yang dipeliharanya dibeli dari sapi milik masyarakat setempat dari hasil inseminasi buatan (IB) yang mempunyai peluang untuk dipelihara. 

Selama memelihara sapi-sapi itu, Arnoldus Rador rutin memberikan makan bukan hanya dari rumput saja, tetapi juga dari ampas tahu, tepung jagung, dedak padi, singkong dan sejumlah makanan tambahan lain. 

"Saya pelihara sapi ini sesuai peternak handal di Jawa, meskipun membutuhkan modal yang banyak untuk perawatan termasuk memberi makan, tetapi saya tetap semangat pelihara, selain karena ada modal, juga ini bagian dari hobi," ungkap Arnoldus Rador

Menurut Arnoldus Rador, jika perawatan yang rutin dan baik, maka ternak sapi akan bertumbuh dengan baik, cepat besar dan bobotnya sangat bagus.  

Selama ini sapi-sapi peliharaanya itu tidak diperdagangkan ke luar daerah, namun hanya untuk kepentingan mendukung kebutuhan daging sapi di Kabupaten Matim sendiri. 

"Selama ini saya tidak jual keluar daerah, tetapi saya hanya potong dan dijual di wilayah ini saja, hanya untuk mendukung kebutuhan daging sapi di daerah ini saja, termasuk dibeli oleh pak Presiden Prabowo," ungkapnya.

Menurut Arnoldus Rador, ia memelihara ternak sapi dengan baik untuk kepentingan bisnis dan juga sebagai bagian dari motivasinya kepada masyarakat atau peternak lainnya di Matim. 

Bagi Arnoldus Rador , perawatan yang baik tentu akan menuai hasil yang memuaskan. Tidak harus mengadakan ternak sapi dari luar daerah, jika ada ternak sapi yang layak di Matim. Hal ini agar keuntungan dalam hal ini perputaran uang tidak di luar daerah, tetapi bermanfaat bagi masyarakat lokal sendiri.  (rob)

 

Dinas Peternakan Bangga

KEPALA Dinas Perternakan Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Sistus Mbalur, bangga karena DUA ekor sapi bantuan Presiden untuk Idul Adha dibeli dari peternak lokal DI mATIM.

Dua ekor sapi tersebut sudah layak untuk jadi hewan kurban, karena sudah melalui proses pemeriksaan kesehatan baik luar maupun dalam. 

Sistus menerangkan, dua ekor sapi tersebut yakni jenis Limosin juga sapi bali jenis lokal. "Kalau kita rawat dengan baik, sapi lokal juga bisa bobotnya besar seperti tahun lalu bobotnya mencapai 750 kg," ujar Sistus Mbalur

Karena itu, Sistus Mbalur memberikan motivasi kepada para peternak atau masyarakat Matim lainnya untuk bisa giat memilihara ternak sapi dan rutin merawatnya dengan baik.

Selain itu, juga mesti melakukan perkawinan silang melalui program IB yang bisa berdampak pada peningkatan harga. Dengan menjaga kualitas ternak sapi maka Matim bisa menjadi Kabupaten ternak. 

"Harus belajar dari Pak Arnoldus, beliau rutin dan merawatnya dengan baik sehingga dua ekor sapinya dibeli oleh bapak Presiden, begitu juga tahun lalu. Jangan berpikir bahwa kami pemerintah ada sesuatu dengan pak Arnol, tetapi ini murni karena hanya ternak sapi miliknya yang layak mulai dari kesehatan dan bobot sapi itu sendiri sudah layak sesuai ketentuan dari Sekertariat Kepresidenan," ungkap Sistus Mbalur.

Sistus Mbalur meminta agar peternak sapi di Matim bisa bersaing dengan baik untuk merawat ternaknya. Apalagi potensi lahan Matim masih luas dan pakan ternak seperti rumput juga tersedia dengan baik pula.

“Dengan demikian, harga jual pasti fantastis,” kata Sistus Mbalur(rob) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved