TTU Terkini
Kisah haru Ketika Anak Bumi Cendrawasih Rindu Pulang Kampung
Siswa-siswi SMPS Mimbar Budhi memainkan sejumlah lagu dengan Musik Ansemble. Mereka memainkan alat musik seruling bambu, angklung, dan pianika
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Edi Hayong
Ringkasan Berita:
- Riuh suara memecah keramaian di Halaman Kantor Bupati Timor Tengah Utara (TTU)
- Siswa-siswi SMPS Mimbar Budhi memainkan sejumlah lagu dengan Musik Ansemble
- Siswa Kelas VIII, SMPS Mimbar Budhi, Elisabeth Degey (12) tenang meniup seruling di genggamannya
- Siswa asal Nabire, Provinsi Papua Tengah ini sedang mengenyam pendidikan di sekolah itu
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Riuh suara memecah keramaian di Halaman Kantor Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ribuan peserta didik dan guru dari ratusan sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten TTU hadir di lokasi itu.
Bunyi alat musik tradisional mengalun syahdu. Tangan-tangan cilik merangkai notasi dengan presisi. Lagu Es Kaubele (lagu daerah Suku Dawan) dan “Bolelebo" memecah kebisingan siang itu, Kamis, 30 April 2026 di depan stan Musyarawah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Biboki.
Siswa-siswi SMPS Mimbar Budhi memainkan sejumlah lagu dengan Musik Ansemble. Mereka memainkan alat musik seruling bambu, angklung, dan pianika dengan merdu.
Terik mentari mengakar di ubun-ubun. Tangan-tangan mungil siswa ini tak berhenti merunut notasi menyejukkan sukma.
Hari itu adalah pembukaan kegiatan Pameran Literasi Pendidikan antar Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S-SD) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS-SMP) menyongsong Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten TTU.
Siswa Kelas VIII, SMPS Mimbar Budhi, Elisabeth Degey (12) tenang meniup seruling di genggamannya. Siswa asal Nabire, Provinsi Papua Tengah ini sedang mengenyam pendidikan di sekolah itu.
Bersama enam siswa lainnya dari bumi cendrawasih, Elisabeth dan rekan-rekannya menetap di Panti Sosial Susteran OSF Kecamatan Biboki Selatan. Jarak antara panti sosial dan sekolah sekitar 100 meter. Biaya pendidikan mereka dibiayai oleh Panti Sosial Susteran OSF ini.
Rindu Rumah
Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo didampingi Forkopimda Kabupaten TTU, dan para pimpinan OPD lingkup Pemkab TTU baru saja menyelesaikan kunjungan ke stan MKKS wilayah Miomaffo Timur.
Mereka menyempatkan diri menyaksikan penampilan musik ansemble siswa-siswi SMPS Mimbar Budhi sebelum berkunjung ke Stan MKKS Biboki. SMPS Mimbar Budhi termasuk salah satu sekolah yang berada di bawah wadah MKKS Biboki.
Raut kagum tergambar jelas di wajah mereka. Elisabeth berada pada barisan paling depan dari rekan-rekannya. Usai pertunjukan musik ansemble, Falentinus menghampiri siswi Nabire itu.
Sebelumnya, Elisabeth tak pernah menyangka akan dihampiri orang nomor satu Kabupaten TTU ini. Dialog singkat ini menyentuh hati bocah ini. Falentinus menanyakan mengenai keberadaan orang tua yang bersangkutan dan juga alasan mengenyam pendidikan di Kabupaten TTU.
Butiran kristal kemudian menetes dari kelopak mata bocah asal Nabire ini. Lara menyelimuti semua orang yang berada di lokasi itu. Bupati TTU tampak menyeka butiran pilu dari balik kacamata hitam yang melekat di matanya.
"Ibu saya sudah meninggal dunia saat saya tiba di sini untuk sekolah di SMPS Mimbar Budhi," ujarnya dengan nada suara bergetar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bupati-TTU-Yosep-Falentinus-Delasalle-Kebo-bersama-anak-Papua.jpg)