Sumba Timur Terkini
Dinas Peternakan Sumba Timur Temukan 8 Kasus ASF di Empat Kecamatan
Agustina menjelaskan, untuk melakukan pencegahan, pihaknya telah memberikan sosialisasi dan edukasi kepada petugas lapangan.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat sebanyak 8 kasus Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) yang menyerang ternak babi di wilayah itu.
Kasus tersebut saat ini tersebar di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Kota Waingapu 2 kasus, Kecamatan Kambera 3 kasus, Kecamatan Kahaungu Eti 1 kasus dan Kecamatan Pinu Pahar 2 kasus.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Sumba Timur, drh. Agustina Milanau mengatakan, setelah ada laporan dari masyarakat, petugas teknis dari dinas peternakan langsung turun dan melakukan penanganan di lapangan.
Baca juga: Virus ASF Serang Flores Timur, Sudah 1.919 Babi Mati, Bangkai Babi Dibuang di Sembarang Tempat
“Untuk sementara laporan ASF baru empat kecamatan yang masuk. Laporan ini berdasarkan penanganan teman-teman di lapangan," katanya kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (15/4/2026).
Agustina menjelaskan, untuk melakukan pencegahan, pihaknya telah memberikan sosialisasi dan edukasi kepada petugas lapangan.
Merekalah yang nantinya akan memberikan pemahaman lebih lanjut tentang biosecurity dan biosafety kepada peternak babi.
“Kami melakukan sosialisasi dan edukasi kepada petugas lapangan kami tentang biosecurity dan biosefaty dalam memelihara babi sehingga bisa disampaikan ini kepada masyarakat secara baik, benar dan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan selebaran kepada masyarakat yang berisi tentang cara menjaga ternak dan mengurangi penyebaran virus ASF.
“Leaflet atau brosur yang ada barcode, yang isinya tentang bagaimana cara menjaga atau mengurangi penyebaran virus ASF melalui media sosial Facebook resmi Dinas Peternakan,” katanya.
Sementara terkait vaksinasi, Dinas Peternakan masih terus berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi NTT untuk mendapatkan vaksin ASF.
“Vaksin kami terus berupaya koordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi untuk mendapatkan dukungan vaksin ASF,” tambahnya.
Guna mencegah virus ASF menyerang ternak babi, Agustina mengimbau masyarakat untuk menerapkan biosecurity dan biosafety dengan benar.
“Itu sangat penting untuk menjaga ternak babi tetap sehat dan aman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, biosecurity adalah serangkaian tindakan pencegahan masuknya penyakit ke kandang dengan melakukan pembatasan lalu lintas orang, hewan dan kendaraan, melakukan disinfeksi rutin kandang dan peralatannya, serta mengendalikan sumber pakan dan limbah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Foto-drh-Agustina-Milanau.jpg)