Jumat, 17 April 2026

Manggarai Timur Terkini

Waspada, ASF Serang Manggarai Timur, 468 Ekor Ternak Babi Mati

Sebanyak 468 ekor babi milik peternak di Kabupaten Manggarai Timur, mati, diduga diserang African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi

POS KUPANG/HO.DISNAK MATIM
PETUGAS - Petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Timur sedang memberikan obat vitamin untuk ternak babi. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Sebanyak 468 ekor babi milik peternak di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), mati, diduga diserang oleh African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika. 

Sekertaris Dinas Peternakan Matim, Ima Raydais, menjelaskan, bedasarkan data Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Timur sampai dengan kondisi sekarang pada tahun 2025 sudah sebanyak 468 ekor ternak babi yang mati.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium melalui sampel darah yang diambil babi yang mati positif ASF

Ima Raydais menerangkan, 468 ekor ternak babi yang mati itu menyebar pada 21 desa dari tujuh kecamatan dari 12 Kecamatan di Matim.

Baca juga: Virus ASF Merebak di Manggarai Timur, Bupati Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Yakni Kecamatan Elar, Kota Komba Utara, Congkar, Borong, Kota Komba dan Rana Mese. 

Sedangkan pada Tahun 2024 lalu, Dinas Perternakan mendata sebanyak 763 ekor babi mati diserang ASF.

Ternak yang mati itu tersebar di Kecamatan Borong, Kota Komba, Rana Mese, Lamba Leda selatan, Lamba Leda Timur, Sambi Rampas, Lamba Leda Utara. 

PETUGAS - Petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Timur sedang memberikan obat vitamin untuk ternak babi.
PETUGAS - Petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Timur sedang memberikan obat vitamin untuk ternak babi. (POS KUPANG/HO.DISNAK MATIM)

Menurut Ima Raydais, kematian babi diduga faktor penyebabnya adalah ASF semakin meningkat. 

Karena itu, Dinas Peternakan sudah mengambil berbagai langkah untuk mencegah semakin meluasnya serangan ASF terhadap ternak babi di Matim. 

Baca juga: Virus ASF Serang Flores Timur, Sudah 1.919 Babi Mati, Bangkai Babi Dibuang di Sembarang Tempat

“Adapun langkah-langkah yang diambil, terang Ima, melakukan pengambilan sampel darah babi untuk peneguhan diagnosa penyakit ASF dan hasilnya positif ASF. Dinas telah mengeluarkan himbauan terkait ASF dari Kepala Dinas Peternakan dan Bupati Manggarai Timur,” kataIma Raydais. 

Memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang ASF dan langkah-langkah pencegahannya.

Memberikan desinfektan kepada masyarakat terdampak melalui petugas Puskeswan di wilayah masing-masing.

Dan Memberikan vitamin kepada ternak masyarakat yg belum terkena ASF. (rob) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved