Idulfitri 2026
Sholat Idulfitri 1447 H di Atambua, Umat Diajak Perbaiki Diri dan Pererat Silaturahmi
Umat Muslim diajak untuk kembali kepada Allah SWT, memperbaiki diri, serta mempererat hubungan dengan sesama dan keluarga.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Pelaksanaan Sholat Idulfitri 1447 Hijriah Tahun 2026 yang dilaksanakan di pelataran umum Simpang Lima Atambua, Kabupaten Belu, Sabtu (21/3/2026) pagi, berlangsung khidmat.
Dalam khutbahnya, umat Muslim diajak untuk kembali kepada Allah SWT, memperbaiki diri, serta mempererat hubungan dengan sesama dan keluarga.
Sholat Idulfitri tersebut dipimpin oleh Ustadz Riski Abdillah, dengan khatib Ustadz Dr. Muhammad Erfin Beddu, serta dihadiri ribuan umat muslim.
Pantauan POS-KUPANG.COM, sejumlah mahasiswa Katolik dari Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Santo Petrus Keuskupan Atambua tampak turut ambil bagian dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama aparat TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Belu.
Dalam khutbahnya, Khatib Dr. Muhammad Erfin Beddu mengajak umat Islam menjadikan Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk kembali kepada Allah SWT dengan hati yang bersih serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
“Jangan tunda untuk kembali kepada Allah. Betapapun besar dosa kita, rahmat Allah jauh lebih luas. Hari ini adalah kesempatan untuk membersihkan hati dan memulai kembali dengan penuh harapan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga dan merajut kembali hubungan kekeluargaan yang sempat renggang akibat kesalahpahaman maupun ego.
Baca juga: Satgas Yonarmed 12 Kostrad Bantu Olah Lahan Petani di Dafala Belu
“Sering kali kita mudah tersenyum kepada orang lain, namun justru menjaga jarak dengan saudara sendiri. Jangan biarkan ego memutuskan ikatan darah. Mulailah dari diri kita, meski hanya dengan satu kata sederhana: maaf,” katanya.
Selain itu, khatib juga mengingatkan jamaah untuk tidak menunda memperbaiki hubungan dengan orang tua, selagi masih diberikan kesempatan.
“Jangan tunggu nanti. Selagi orang tua masih ada, luangkan waktu untuk mereka. Karena ketika mereka telah tiada, penyesalan tidak lagi berarti,” tuturnya.
Ia juga menyinggung pentingnya mendidik anak-anak tentang makna berbagi di Hari Raya, termasuk tradisi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), agar tidak hanya terbiasa menerima tetapi juga belajar memberi.
Ia juga mengajak seluruh umat untuk terus menjaga silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menjadi pribadi yang rendah hati dan istiqomah dalam kebaikan.
“Jadikan Idulfitri sebagai momentum untuk kembali, bukan hanya kepada Allah, tetapi juga kepada keluarga dan sesama,” pungkasnya. (gus)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| 235 Warga Binaan Pemasyarakatan NTT Terima Remisi Idulfitri, 1 WBP Langsung Bebas |
|
|---|
| Ketua MUI Belu Ajak Umat Amalkan Nilai Ramadan dan Jaga Toleransi |
|
|---|
| Aksi Siswa SMA Kupang Amankan Sholat Ied di Polda NTT, Semangat Toleransi dan Cita-cita Jadi Polisi |
|
|---|
| Ratusan Umat Muslim SBD Ikut Salat Idulfitri di Masjid Agung Al Falah Kota Tambolaka |
|
|---|
| Personel Polda NTT dan Polresta Kupang Kota Amankan Salat Ied Muhammadiyah di Kampus UMK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Suasana-pelaksanaan-Sholat-Idulfitri-1447-Hijriah-Tahun-2026-di-belu.jpg)