Idulfitri 2026
Ketua MUI Belu Ajak Umat Amalkan Nilai Ramadan dan Jaga Toleransi
Ajakan tersebut disampaikan Abdullah Belajam saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, usai pelaksanaan Sholat Idulfitri 1447 Hijriah
Ringkasan Berita:
- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belu, Abdullah Belajam, mengajak umat Muslim menjadikan Idulfitri 1447 Hijriah sebagai momentum mengamalkan nilai-nilai Ramadan
- Selama 30 hari umat Muslim telah menjalani “madrasah Ramadan” yang melatih pengendalian diri, termasuk menahan hawa nafsu dan menjauhi hal-hal yang dilarang
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belu, Abdullah Belajam, mengajak umat Muslim menjadikan Idulfitri 1447 Hijriah sebagai momentum mengamalkan nilai-nilai Ramadan serta memperkuat toleransi antarumat beragama.
Ajakan tersebut disampaikan Abdullah Belajam saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, usai pelaksanaan Sholat Idulfitri 1447 Hijriah di Pelataran Simpang Lima Atambua, Sabtu (21/3/2026).
Ia mengatakan, selama 30 hari umat Muslim telah menjalani “madrasah Ramadan” yang melatih pengendalian diri, termasuk menahan hawa nafsu dan menjauhi hal-hal yang dilarang.
“Kita sudah ditempa selama sebulan penuh untuk menahan diri, bahkan terhadap hal yang diperbolehkan seperti makan dan minum. Nilai-nilai ini harus terus diimplementasikan setelah Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya.
Menurutnya, Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjaga toleransi antarumat beragama.
Baca juga: Sholat Idulfitri 1447 H di Atambua, Umat Diajak Perbaiki Diri dan Pererat Silaturahmi
Ia juga menyebut keterlibatan umat Katolik, khususnya mahasiswa, dalam membantu pengamanan dan kelancaran pelaksanaan Sholat Idulfitri di Atambua.
“Tahun ini sekitar 40 mahasiswa Katolik terlibat langsung. Mereka sudah hadir sejak dua hari sebelum Idulfitri dan membantu hingga pelaksanaan hari ini. Ini adalah bentuk nyata toleransi,” katanya.
Abdullah menegaskan, keberagaman yang ada di Kabupaten Belu harus menjadi kekuatan untuk saling mendukung dan menjaga keharmonisan, terutama di wilayah perbatasan.
“Keberagaman bukan membuat kita berbeda, tetapi menyatukan kita untuk tujuan yang sama, yaitu menjaga toleransi dan persaudaraan di perbatasan,” pungkasnya. (gus)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| 235 Warga Binaan Pemasyarakatan NTT Terima Remisi Idulfitri, 1 WBP Langsung Bebas |
|
|---|
| Aksi Siswa SMA Kupang Amankan Sholat Ied di Polda NTT, Semangat Toleransi dan Cita-cita Jadi Polisi |
|
|---|
| Sholat Idulfitri 1447 H di Atambua, Umat Diajak Perbaiki Diri dan Pererat Silaturahmi |
|
|---|
| Ratusan Umat Muslim SBD Ikut Salat Idulfitri di Masjid Agung Al Falah Kota Tambolaka |
|
|---|
| Personel Polda NTT dan Polresta Kupang Kota Amankan Salat Ied Muhammadiyah di Kampus UMK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ketua-Majelis-Ulama-Indonesia-MUI-Kabupaten-Belu-Abdullah-Belajam.jpg)