Senin, 20 April 2026

Idulfitri 2026

Ketua MUI Belu Ajak Umat Amalkan Nilai Ramadan dan Jaga Toleransi

Ajakan tersebut disampaikan Abdullah Belajam saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, usai pelaksanaan Sholat Idulfitri 1447 Hijriah

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/Agustinus Tanggur
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belu, Abdullah Belajam, mengajak umat Muslim menjadikan Idulfitri 1447 Hijriah sebagai momentum mengamalkan nilai-nilai Ramadan serta memperkuat toleransi antarumat beragama. Sabtu (21/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belu, Abdullah Belajam, mengajak umat Muslim menjadikan Idulfitri 1447 Hijriah sebagai momentum mengamalkan nilai-nilai Ramadan
  • Selama 30 hari umat Muslim telah menjalani “madrasah Ramadan” yang melatih pengendalian diri, termasuk menahan hawa nafsu dan menjauhi hal-hal yang dilarang

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belu, Abdullah Belajam, mengajak umat Muslim menjadikan Idulfitri 1447 Hijriah sebagai momentum mengamalkan nilai-nilai Ramadan serta memperkuat toleransi antarumat beragama.

Ajakan tersebut disampaikan Abdullah Belajam saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, usai pelaksanaan Sholat Idulfitri 1447 Hijriah di Pelataran Simpang Lima Atambua, Sabtu (21/3/2026). 

Ia mengatakan, selama 30 hari umat Muslim telah menjalani “madrasah Ramadan” yang melatih pengendalian diri, termasuk menahan hawa nafsu dan menjauhi hal-hal yang dilarang.

“Kita sudah ditempa selama sebulan penuh untuk menahan diri, bahkan terhadap hal yang diperbolehkan seperti makan dan minum. Nilai-nilai ini harus terus diimplementasikan setelah Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya.

Menurutnya, Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjaga toleransi antarumat beragama.

Baca juga: Sholat Idulfitri 1447 H di Atambua, Umat Diajak Perbaiki Diri dan Pererat Silaturahmi

Ia juga menyebut keterlibatan umat Katolik, khususnya mahasiswa, dalam membantu pengamanan dan kelancaran pelaksanaan Sholat Idulfitri di Atambua.

“Tahun ini sekitar 40 mahasiswa Katolik terlibat langsung. Mereka sudah hadir sejak dua hari sebelum Idulfitri dan membantu hingga pelaksanaan hari ini. Ini adalah bentuk nyata toleransi,” katanya.

Abdullah menegaskan, keberagaman yang ada di Kabupaten Belu harus menjadi kekuatan untuk saling mendukung dan menjaga keharmonisan, terutama di wilayah perbatasan.

“Keberagaman bukan membuat kita berbeda, tetapi menyatukan kita untuk tujuan yang sama, yaitu menjaga toleransi dan persaudaraan di perbatasan,” pungkasnya. (gus)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved