Selasa, 14 April 2026

Ende Terkini

5 Puskesmas di Ende Belum Miliki Dokter Umum

Dokter di puskesmas tidak hanya berperan dalam pengobatan (kuratif), tetapi juga pencegahan (preventif) serta edukasi kesehatan

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-PROKOPIM ENDE
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Maria Avelina Pani, menjelaskan, hingga kini masih terdapat sekitar lima puskesmas yang belum memiliki dokter umum. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak lima puskesmas di Kabupaten Ende hingga saat ini belum memiliki dokter
  • Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat peran dokter di Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) sangat vital
  • dr. Maria Avelina Pani, menjelaskan, hingga kini masih terdapat sekitar lima puskesmas yang belum memiliki dokter umum

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo 

POS-KUPANG.COM, ENDE – Sebanyak lima puskesmas di Kabupaten Ende hingga saat ini belum memiliki dokter.

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat peran dokter di Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) sangat vital sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Dokter di puskesmas tidak hanya berperan dalam pengobatan (kuratif), tetapi juga pencegahan (preventif) serta edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Maria Avelina Pani, menjelaskan, hingga kini masih terdapat sekitar lima puskesmas yang belum memiliki dokter umum.

“Untuk puskesmas masih sekitar lima yang belum ada dokter umum. Sementara dokter gigi di puskesmas hanya ada empat orang,” jelasnya, Kamis (26/2/2026).

Adapun sejumlah puskesmas yang mengalami kekosongan dokter umum di antaranya Puskesmas Loboniki, Ngalupolo, Ndona, Watunggere, Riaraja, serta Embuzozo.

Secara keseluruhan, jumlah dokter umum di puskesmas dan RS Tanali tercatat sebanyak 25 orang, sedangkan dokter gigi berjumlah empat orang. 

Baca juga: Catatan Wabup Ende Dominikus untuk Pengurus INTI Ende

Data tersebut belum termasuk dokter yang bertugas di rumah sakit lainnya.

Sebagai solusi jangka pendek, jelas dr. Maria Avelina Pani, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende melakukan pemetaan (mapping) ketersediaan dokter umum di setiap puskesmas. 

Puskesmas yang memiliki dua dokter akan diperbantukan ke puskesmas yang belum memiliki dokter.

"Misalnya, Puskesmas Onekore yang memiliki dua dokter, satu di antaranya diperbantukan ke Puskesmas Ndona. Begitu pula Puskesmas Ndetundora yang memiliki dua dokter, satu dokter diperbantukan ke Puskesmas Riaraja," jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran serta mengupayakan pemenuhan tenaga dokter melalui jalur Nusantara Sehat (NS).

Sementara itu, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dalam sambutannya saat meresmikan Puskesmas Ndona beberapa waktu lalu menegaskan, pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Orang nomor satu di Kabupaten Ende itu mengaku telah menerima berbagai laporan masyarakat terkait pelayanan puskesmas yang dinilai kurang baik.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved