Selasa, 14 April 2026

Ngada Terkini

Data April 2026, Program MBG di Provinsi NTT Serap 12 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Hingga April 2026, program ini tercatat telah menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja di berbagai sektor.

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
Para siswa/i di SMPN 2 Bajawa Ngada sedang menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gambar diabadikan, Selasa 14 April 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Kehadiran program Makan Bergizi Gratis memberi dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal
  • Hingga April 2026, program ini tercatat telah menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja di berbagai sektor
  • Sementara jumlah penerima manfaat MBG di NTT mencapai 698.298 orang posisi 11 April 2026

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. 

Hingga April 2026, program ini tercatat telah menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja di berbagai sektor.

Koordinator Regional NTT, Oswaldus Ngani, kepada Tribunflores.Com, mengungkapkan bahwa tenaga kerja tersebut tersebar di seluruh rantai distribusi program.

Mulai dari kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, akuntan, koordinator lapangan, juru masak, petugas kebersihan, tenaga keamanan hingga pengemudi.

Baca juga: Di Balik Dapur MBG, Perjuangan Agus Menghidupi Keluarga dan Melunasi Utang

“Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujarnya di Kupang, Selasa (14/4/2026).

Selain membuka lapangan kerja, program MBG juga berdampak pada sektor lain seperti pertanian, peternakan, perikanan, serta pelaku UMKM yang terlibat dalam penyediaan bahan pangan.

Data terbaru menunjukkan, hingga 11 April 2026, jumlah penerima manfaat MBG di NTT mencapai 698.298 orang yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan dan kelompok rentan, termasuk balita, siswa, ibu hamil, hingga ibu menyusui.

Dari sisi infrastruktur, saat ini terdapat sekitar 252 SPPG yang aktif beroperasi di seluruh wilayah NTT.

Baca juga: Optimalisasi Program MBG Jadi 5 Hari Seminggu, Hemat Anggaran Negara Rp20 T

Mayoritas dapur layanan tersebut dikelola oleh mitra, termasuk masyarakat, yayasan, serta unsur TNI dan Polri.

Oswaldus menegaskan, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional terus melakukan evaluasi dan penguatan koordinasi guna memastikan keberlanjutan program serta kualitas layanan tetap terjaga.

“Kami berharap program ini dapat melahirkan generasi muda yang cerdas serta menekan angka stunting di NTT. Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar seluruh anak di NTT bisa menikmati program ini,” tutupnya.(cha)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved