Breaking News
Kamis, 30 April 2026

Sikka Terkini

Dampak Cuaca Ekstrem Nelayan di Mauloo Sikka Sudah Empat Hari Tidak Melaut

ratusan nelayan di Desa Mbengu, Kecamatan Paga, terpaksa menghentikan aktivitas melaut selama empat hari terakhir

Tayang:
Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
NELAYAN - Seorang nelayan di Desa Mbengu, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka sedang duduk di turap penahan ombak di pesisir pantai sambil melihat puluhan kapal motor yang terparkir di pinggir laut. 

Ringkasan Berita:
  • Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda wilayah pesisir selatan Pulau Flores
  • Ratusan nelayan di Desa Mbengu Kecamatan Paga terpaksa menghentikan aktivitas melaut selama empat hari terakhir
  • Para nelayan hanya bisa berkumpul di sekitar pantai sambil berharap cuaca segera membaik

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, MAUMERE- Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda wilayah pesisir selatan Pulau Flores berdampak serius terhadap aktivitas nelayan di Kabupaten Sikka.

Akibatnya ratusan nelayan di Desa Mbengu, Kecamatan Paga, terpaksa menghentikan aktivitas melaut selama empat hari terakhir.

Pantauan POS-KUPANG.COM pada Selasa (20/1/2026), puluhan kapal motor, baik berukuran besar maupun kecil (sampan), tampak terparkir di kolam labu tepat di depan Kampung Mauloo. 

Para nelayan hanya bisa berkumpul di sekitar pantai sambil berharap cuaca segera membaik.

Cuaca buruk ini membuat para nelayan kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga. 

Pasalnya, sebagian besar nelayan di wilayah tersebut sepenuhnya menggantungkan hidup dari hasil melaut.

Baca juga: Nelayan di Mauloo Sikka Keluhkan Mahal dan Sulitnya Akses Solar Subsidi

Sejumlah nelayan mengaku selama empat hari tidak melaut, mereka tidak memiliki penghasilan sama sekali. 

Kondisi itu membuat mereka kesulitan membeli beras dan memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Sudah empat hari tidak melaut, kami dapat uang dari mana. Jadi terpaksa kerja buruh di darat dulu untuk sementara sambil menunggu cuaca membaik,” ujar salah satu nelayan yang tak mau menyebutkan namanya.

Hal senada disampaikan Petrus Paru, nelayan asal Desa Mbengu, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka.

Ia mengatakan selama cuaca ekstrem berlangsung, tidak ada pemasukan bagi keluarganya sehingga harus mengandalkan tabungan.

“Selama empat hari tidak melaut ini kami tidak punya pendapatan sama sekali. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terpaksa kami bongkar uang simpanan bulan-bulan kemarin untuk dipakai dulu. Itu pun belum cukup untuk makan minum, anak sekolah, dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” ujarnya.

Baca juga: Cuaca Buruk, Nelayan di Sikka Tidak Melaut Sudah Seminggu

Berdasarkan pengalaman para nelayan, cuaca ekstrem pada awal tahun seperti ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal Februari.

“Kalau kondisi seperti ini mulai di bulan Januari, bisa sampai bulan Februari. Kadang hanya satu minggu, kadang juga bisa sampai dua bulan,” terang Petrus.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved