Sikka Terkini
Nelayan di Mauloo Sikka Keluhkan Mahal dan Sulitnya Akses Solar Subsidi
Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, terutama bagi nelayan kecil yang menggantungkan hidup dari hasil melaut.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, MAUMERE – Sejumlah nelayan di Mauloo, Desa Mbengu, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, mengeluhkan mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang mereka beli dari pengecer.
Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, terutama bagi nelayan kecil yang menggantungkan hidup dari hasil melaut.
Solar yang dibeli di tingkat pengecer dijual dengan harga mencapai Rp10.000 per liter, jauh lebih mahal dibandingkan harga solar subsidi di SPBU yang hanya Rp6.800 per liter.
Namun, keterbatasan akses membuat para nelayan terpaksa membeli BBM dengan harga tinggi.
Salah satu nelayan Mauloo, Petrus Paru, mengungkapkan, untuk mendapatkan solar subsidi di SPBU, nelayan harus mengantongi surat rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan.
Itupun, kata dia, rekomendasi tersebut hanya berlaku untuk jangka waktu satu bulan.
“Masalah BBM ini kita harus dapat rekomendasi dari Dinas Perikanan, tapi pemakaiannya cuma satu bulan. Kadang kalau tidak ada uang di rumah, kita tidak bisa manfaatkan rekomendasi itu untuk beli solar,” kata Petrus.
Baca juga: Sedang Cuci Piring, Wanita 29 Tahun asal Sikka Diancam Lalu Diperkosa di Bale-bale
Ia menjelaskan, di Desa Mbengu saat ini hanya empat nelayan yang memiliki surat rekomendasi pembelian solar subsidi.
Ironisnya, solar yang dibeli dengan rekomendasi tersebut kerap dijual kembali kepada nelayan lain dengan harga lebih mahal.
Untuk sekali melaut, nelayan membutuhkan sekitar 30 liter solar, yang hanya mampu menjangkau jarak 20 hingga 30 kilometer.
Jarak tersebut, menurut Petrus, kadang tidak cukup untuk mencari lokasi tangkapan ikan yang potensial.
“Kadang BBM cukup, kadang tidak. Kalau hasil ikan banyak masih bisa kembali modal, tapi kalau tidak dapat ikan, kita rugi,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterbatasan BBM sering memaksa nelayan pulang lebih awal dengan hasil tangkapan seadanya.
Bahkan, tidak jarang mereka pulang tanpa membawa hasil sama sekali.
| Warga Bangkoor Sikka Digigit Buaya, Kini Jalani Operasi di RSUD Maumere |
|
|---|
| Bandara Frans Seda Maumere Ditutup, Dampak Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki |
|
|---|
| Gaji Nakes PPPK Paruh Waktu Rp 600 Per bulan, Wabup Sikka Minta Bersabar |
|
|---|
| Wabup Sikka Imbau PKL di Wuring Berjualan di Pasar Alok |
|
|---|
| Dugaan Penipuan Dana Pembangunan Dapur SPPG, Sisco Bessi Soroti Restorative Justice |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Petrus-Paru-nelayan-di-Desa-Mbengu-Kecamatan-Paga-Kabupaten-Sikka-mengeluhkan.jpg)