Jumat, 5 Juni 2026

Manggarai Barat Terkini

Sampah 7 Ton Terkumpul di Pulau Padar, Komitmen PHC Menuju Zero Waste

Sampah-sampah itu terdiri dari sampah gabungan, baik sampah plastik, kaleng aluminium, dan sampah lainnya

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/PETRUS CHRISANTUS GONSALES
Personel PHC sedang mengumpulkan sampah di tempat yang disiapkan. Padar Heritage Conservation (PHC) konsisten mengelolah konservasi di wilayah Pulau Padar, Labuan Bajo menuju zero waste (sampah nol). Sebagai sebuah tindakan nyata, sampah sebanyak 7 ton berhasil dikumpulkan. 

Ringkasan Berita:
  • Padar Heritage Conservation (PHC) mengumpulkan 7 ton sampah di kawasan Pulau Padar
  • Sepanjang tahun 2025, PHC melaksanakan kegiatan korve sampah non-organik sebanyak 78 kali
  • Sampah-sampah itu akan diolah baik dari PHC atau dari pihak lain yang akan membantu atau berkolaborasi dengan PHC sendiri

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales 

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Padar Heritage Conservation (PHC) konsisten mengelolah konservasi di wilayah Pulau Padar, Labuan Bajo menuju zero waste (sampah nol). Sebagai sebuah tindakan nyata, sampah sebanyak 7 ton berhasil dikumpulkan.

Pantauan POS-KUPANG.COM, aktivitas pagi di Posko Padar bagian Utara, beberapa personel PHC berjalan menyusuri kerikil dan rumpul ilalang menuju ke bibir pantai yang elok berwarna pink. Satu orang dibelakangnya tampak mendorong sebuah gerobak.

Di bibir pantai tampak puluhan karung berwarna putih berisikan sampah sudah terkumpul. Sampah-sampah itu terdiri dari sampah gabungan, baik sampah plastik, kaleng aluminium, dan sampah lainnya.

Setelah mengangkut ke atas gerobak, mereka kemudian membawa karung-karung tersebut menuju ke sebuah pondok kecil, sederhana.

Tiangnya dari kayu, dan di tutupi terpal berwarna hijau dan biru, menyerupai sebuah kemah. Di situlah sampah-sampah itu dikumpulkan.

Sebelum ditumpuk bersama sampah yang lain, karung yang baru dimuat dari bibir pantai terlebih dahulu ditimbang untuk mengukur berat sampah. Timbangan digantung, lalu satu per satu para personil menimbang karung-karung itu.

Mereka bahu membahu, setelah ditimbang sampah tersebut kemudian langsung ditumbuk bersama sampah yang lainnya. Ada satu di antara para personel bertugas untuk mencatat setiap berat sampah yang ditimbang.

Baca juga: Tragedi Kapal Wisata di Labuan Bajo, Ungkap Kerapuhan Standar Keselamatan Pariwisata Nasional

Di sisi timur tempat penyimpanan sampah, terdapat sebuah papan bergambar Pulau Padar, dengan pesan-pesan konservasi yang tersurat, didukung foto-foto kegiatan konservasi di Pulau Padar.

Ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Jumat (9/1/2026), Plt Direktur PHC, Qrei Poluakan menyampaikan Pulau Padar merupakan salah satu lokasi wisata yang termasuk di dalam kawasan Taman Nasional Komodo

Sehingga yang ingin ditonjolkan adalah keindahannya, dan tidak elok apabila keindahan Pulau Padar tercoreng karena sampah.

"Sumber sampahnya itu bukan dari Pulau Padar itu sendiri. Nah, tim kita di sana ( pulau Padar ), sering melakukan kegiatan korve di sekeliling pulau Padar," jelasnya.

Qrei menuturkan, sepanjang tahun 2025, PHC melaksanakan kegiatan korve sampah non-organik sebanyak 78 kali, sehingga berhasil mengumpulkan sekitar 7,2 ton sampah non-organik. 

"Kenapa hanya non-organik, karena sampah organik bisa terurai contohnya seperti kayu," terang Qrei.

Ia mengutarakan sampah-sampah itu masih ditimbun di Pulau Padar dan belum dibuang atau dibawa ke Labuan Bajo, karena masih dicari opsi untuk di recycle atau daur ulang sampah tersebut dan masih harus di pilah-pilah. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved