Manggarai Barat Terkini
Bawahi 94 Sekolah Katolik, Yasukmabar Punya Roadmac Capaian Lima Tahun Kedepan
Sekolah Katolik harus menjadi ruang pembentukan generasi yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Lima tahun ke depan, Yayasan Sukma Manggarai Barat (Yasukmabar) memiliki roadmap capaian. Ada 7 pilar strategis yang menjadi target Yasukmabar bagi pendidikan Katolik di Manggarai Barat.
Hal ini disampaikan Ketua Yasukmabar, RD. Yohanes Fakundo Selman, S.Fil, M.pd, Senin (1/6/2026).
Menurut Romo Yohanes Fakundo Selman, ada tujuh pilar yang menjadi target, yakni pertama, Tata Kelola yang Sinodal, Transparan, dan Akuntabel
Transformasi tata kelola YASUKMABAR.
Baca juga: Polres Manggarai Barat dan Konjen RRT Sepakati Jalur Koordinasi Cepat
Pilar ini diarahkan pada penguatan kelembagaan yang tidak lagi bersifat administratif semata, tetapi bergerak menuju tata kelola sinodal, yakni partisipatif, transparan, kolaboratif, dan berbasis data. Sebagai yayasan yang menaungi puluhan sekolah, diperlukan sistem tata kelola yang seragam, efisien, dan akuntabel agar pelayanan pendidikan berlangsung profesional sekaligus tetap berakar pada spiritualitas Gereja.
"Langkah strategis yang dilakukan meliputi penataan struktur organisasi yayasan, standardisasi hubungan kelembagaan dengan sekolah-sekolah binaan, pengembangan SOP lintas unit, penguatan budaya audit, serta digitalisasi administrasi dan sistem pelaporan," kata Pastor yang akrab disapa Romo Ivan tersebut.
Pilar kedua yaknk Mutu Pendidikan Berbasis Iman, Karakter, dan Kompetensi Sekolah Katolik.
Pilar ini ingin menjelaskan bagaimana sekolah Katolik dipanggil untuk menghasilkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bertumbuh dalam iman, karakter, dan kepedulian sosial.
"Karena itu, mutu pendidikan YASUKMABAR dikembangkan secara integratif: menghubungkan nilai-nilai Injil, budaya lokal Manggarai, dan kompetensi abad ke-21. Penguatan mutu dilakukan melalui standarisasi pembelajaran, supervisi akademik, penguatan literasi–numerasi, peningkatan kualitas asesmen, dan pembinaan karakter berbasis spiritualitas Katolik," ujarnya.
Ketiga yaitu pilar Pengembangan SDM dan Kesejahteraan Guru
Guru merupakan aktor utama transformasi pendidikan. Oleh karena itu, YASUKMABAR perlu membangun sistem pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan, profesional, dan manusiawi.
"Penguatan SDM tidak hanya berfokus pada kompetensi pedagogik, tetapi juga spiritualitas pelayanan, kesejahteraan, dan pengembangan karier. Perhatian khusus diberikan kepada guru non-ASN agar memperoleh ruang pengembangan kompetensi, pendampingan, dan dukungan kesejahteraan yang lebih baik," kata Romo Ivan.
Pilar keempat, Romo Ivan menyampailan Penguatan Sarana, Prasarana, dan Infrastruktur Pembelajaran. Mutu pendidikan tidak dapat bertumbuh tanpa lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung.
Berdasarkan kondisi eksisting, masih terdapat sekolah yang menghadapi keterbatasan sarana dasar, termasuk sanitasi, ruang belajar, listrik, akses internet, dan fasilitas pembelajaran. Karena itu, YASUKMABAR memprioritaskan pembangunan infrastruktur secara bertahap berdasarkan tingkat kebutuhan dan urgensi.
Pilar kelima ialah Kemandirian Keuangan dan Penguatan Aset Yayasan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Romo-Yohanes-Selman.jpg)