Jumat, 24 April 2026

TTS Terkini

Bupati TTS dan Ketua DPRD NTT Tinjau Jalur Kolonakaf

PERBAIKAN - Jalur Kolonaf, jalan alternatif menghubungkan Kelurahan Niki Niki dan Desa Oinlasi, mulai diperbaiki. 

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/MARIA VIANEY GUNU GOKOK
PERBAIKI JALAN - Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Eduard Markus Lioe bersama Ketua DPRD Provinsi NTT Emiliana Nomleni meninjau Jalur Kolonakaf di Kelurahan Niki Niki yang mulai diperbaiki, Kamis (4/12/2025). 

Selain itu Eduard juga menegaskan bahwa pihaknya dan Mitra telah mengagendakan perbaikan jalur ini bahkan sebelum hujan intens di wilayah tersebut. 

Ketua DPRD Provinsi NTT, Emiliana Nomleni, juga turun langsung untuk mengawasi proses perbaikan ini. Ia secara tegas akan mengupayakan untuk mendukung proses pengerjaan jalur kolonakaf. 

"Memang saat ini merupakan jalur alternatif, sehingga kita mencari jalan keluarnya. Proses jangka panjang, mulai dari pembebasan lahan, pengerjaan. Tapi hari ini bagaiamana jalur yang bisa dilalui dengan aman. Saya sudah komunikasi dengan pak gubernur dan pak Dinas PUPR untuk pengerjaan," jelasnya. 

Ia menyampaikan Terima kasih kepada Bupati TTS atas respon cepatnya, dan juga pihak lain yang telah membantu memberikan sentuhan pada jalan ini. Ia mengatakan bahwa proses mendapatkan status jalan kolonakaf masih harus melewati proses yang panjang, baik karena kondisi tanah, kesiapan pemerintah serta urusan kepemilikan lahan. 

"Kita terima kasih kepada pak bupati karena telah merespon dengan baik. Kedepannya kita kolaborasi untuk sementara menangani. Kami juga Terima kasih kepada ibu Yasinta, dan semua orang dengan niat baik membantu masyarakat, kami berterima kasih, " jelasnya. 

Dinas PUPR Kabupaten TTS, melalui Sekretaris Dinas, Ferdy Timo, menjelaskan bahwa tahapan yang akan dikerjakan yaitu pengikisan lapisan atas jalan, kemudian penimbunan sertu dan pengerasan. Ia berharap cuaca bersahabat. 

"Untuk pengerjaan kita mulai dengan caruk tanah dibagian atas terlebih dahulu. Selanjutnya timbun sertu. Untuk sertu kita pakai yang di Desa Nobi-Nobi. kemudian pengerasan, " jelasnya. 

Ferdy mengatakan pengerjaan ini sangat bergantung pada jumlah armada angkut dan juga cuaca. Selain itu jarak dari tempat material ke lokasi juga mempengaruhi. 

"Selain itu karena bagian disebelah kanan jalan ini rawan longsor, kami akan tanam tanaman vetiver di sepanjang jalan ini. Dimana akar tanaman ini dapat menahan kembali reruntuhan daripada tebing, " jelasnya.

Jalur Kolonakaf merupakan salah satu jalur tengah yang menjadi alternatif tercepat bagi delapan kecamatan. Jalur ini bukan satu-satunya jalur, namun menjadi pilihan masyarakat untuk pergi ke sebagain Kecamatan Kie, Amanuban Selatan, Kot'olin, Nunkolo, Boking, Santian, Noebana, Kolbano, bahkan ke Kabupaten Malaka. (any) 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved